BERITA TERBARU
Sabtu, 30 Sep 2017 13:59 WIB

Menumbuhkan Nasionalisme Lewat Sinyal Telekomunikasi

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Rachman Haryanto/detikcom Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - Kebutuhan akan sarana telekomunikasi dan broadband di era modern mutlak dibutuhkan, tak terkecuali bagi masyarakat yang tinggal di daerah terluar dan terdepan di Indonesia, salah satunya Pulau Liran di Maluku Barat Daya.

Wilayah ini baru mendapatkan layanan telekomunikasi dari Telkomsel. Imanuel Maupula, Camat Wetar Barat menuturkan, sebelum Telkomsel masuk ke Pulau Liran, masyarakat menggunakan layanan telekomunikasi dari Timor Leste, Telemor.

Ketika menggunakan Telemor, masyakat Liran harus mengeluarkan kocek sekitar USD 1 untuk menelepon selama satu menit. Sedangkan untuk mengirimkan pesan melalui SMS, mereka mengeluarkan USD 1 untuk dua kali pengiriman.

Itu pun tak semua wilayah Pulau Liran mendapatkan jangkauan Telemor. Untuk bisa mendapatkan jaringan telpon Telemor, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 1 km.

"Namun kini dengan kehadiran Telkomsel, isi pulsa Rp 20 ribu sudah bisa untuk telepon selama seminggu," terang Emmanuel.

Menumbuhkan Nasionalisme Lewat Sinyal TelekomunikasiImanuel Maupula, Camat Wetar Barat.


Saat ini, masyarakat sangat senang dan bangga dengan hadirnya layanan telekomunikasi dari Telkomsel. Sebab, jaringan telekomunikasi dari Telkomsel tak hanya sebagai pembuka keterisolasian Pulau Liran, tetapi juga membuktikan integritas dan harga diri bangsa Indonesia dihadapan bangsa Timor Leste.

Emmanuel memiliki harapan besar agar jaringan Telkomsel bisa masuk ke Timor Leste.

"Kami senang setelah 72 tahun Indonesia Merdeka, baru kali ini masyarakat pulau Liran bisa menikmati layanan telekomunikasi dari operator asal Indonesia. Dahulu warga hanya bisa mendengar layanan sosial media," terang Emmanuel.

"Namun sekarang kita sudah bisa merasakannya secara langsung layanan dari Telkomsel dengan harga yang terjangkau serta kualitas yang prima. Bahkan jaringan Telkomsel di Pulau Liran jauh lebih baik dibandingkan ibukota kabupaten," sambungnya.

Dengan kehadiran Telkomsel, masyarakat pulau Liran yang dahulu terisolir, kini sudah bisa menikmati layanan telekomunikasi dan broadband dari Telkomsel. Dengan adanya layanan broadband, mereka juga sudah bisa menikmati layanan sosial media seperti Facebook, Instagram maupun WhatsApp sama seperti masyarakat di Pulau Jawa.

Bahkan layanan broadband Telkomsel sudah diaplikasikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah untuk pengiriman Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kesehatan maupun data pemerintahan.

"Menurut saya kehadiran Telkomsel selain membuka keterisolasian, juga menumbuhkan nasionalisme bagi masyarakat Liran. Setelah 72 tahun Indonesia merdeka, baru Agustus lalu kita merasakan telekomunikasi dari operator Indonesia. Penduduk Liran saat ini sudah merdeka dari keterisolasian telekomunikasi," terang Emmanuel.

Tak hanya masyarakat sipil saja yang merasakan manfaat dari kehadiran Telkomsel di Pulau Liran, Christoper yang sehari-hari bertugas sebagai prajurit TNI di sana juga mengapresiasi kehadiran anak usaha Telkom tersebut di pulau terluar Indonesia.

Selain memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat Pulau Liran, kehadiran Telkomsel juga membantu ketahanan dan keamanan nasional. "Kami bersyukur Telkomsel sudah ada di Liran karena sinyalnya baik dan tarifnya lebih murah dibandingkan jika menggunakan operator selular dari negara tetangga," kata Christoper.

Melihat posisi strategis Pulau Liran yang berhadapan langsung dengan negara Timor Leste, Vice President ICT Network Management Telkomsel Area Pamasuka Samuel mengatakan, dalam waktu dekat, Telkomsel akan menggelar layanan 4G LTE.

Diakui Samuel, untuk menghadirkan layanan telekomunikasi baru di pulau terluar seperti Pulau Liran memiliki banyak tantangan. Namun menurutnya, semua tantangan itu bakal dihadapi dengan berbekal semangat memerdekakan pulau tersebut dari keterisolasian telekomunikasi.

"Telkomsel juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hadirnya Telkomsel di Pulau Liran, khususnya pemerintah daerah setempat, masyarakat serta semua pihak yang terlibat," tutupnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.