Lepas Jabatan CEO Indosat, Alexander Rusli Mau Kemana?

Lepas Jabatan CEO Indosat, Alexander Rusli Mau Kemana?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Jumat, 29 Sep 2017 11:20 WIB
Alexander Rusli. Foto: detikINET/Adi Fida Rachman
Jakarta - Alexander Rusli memutuskan tidak melanjutkan jabatannya sebagai Presiden Direktur dan CEO Indosat. Setelah ini, apalagi kiprah yang akan dilakukannya?

"Saya sudah berdiskusi selama 8 bulan terakhir, dengan jajaran komisaris, keluarga, bahkan dengan diri saya sendiri. Ini memang masa yang paling pas bagi saya," tuturnya dalam acara Selular Business Forum, Kamis (28/9/2017) di Jakarta.

Satu hal yang membuatnya mantap untuk tidak melanjutkan kontrak sebagai CEO Indosat adalah perpindahan jabatan berlangsung mulus. "Proses transisi berjalan smooth, bahkan bagi saya tidak ada yang lebih ideal lagi dari ini," katanya.

Meskipun begitu, ia tetap merasa berat untuk meninggalkan posisi yang telah ia jabat selama hampir lima tahun terakhir. "Kami telah menciptakan ekosistem kekeluargaan dalam lingkungan kerja kami. Itu yang membuat saya berat untuk meninggalkan Indosat. But, it's time," ujarnya.

Terkait masa depannya, Alexander Rusli mengatakan ingin sesuatu yang berbeda. "I want more radical stuff. Usia saya sudah 46, kalau tidak sekarang, saya akan kehilangan kesempatan untuk mencoba hal-hal yang radikal, startup salah satunya," tuturnya.

"Kalau saya gagal disitu, balik lagi ke korporasi. Saya masih punya waktu beberapa bulan untuk memikirkan hal tersebut sebelum mempersiapkan masa pensiun saat menginjak usia 50 ke atas," ia menambahkan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Director and Chief Sales and Distribution Officer, Joy Wahjudi, yang saat ini ditunjuk untuk menjalani tanggung jawab Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo dalam masa transisi, akan menjadi suksesor Alexander Rusli.

"Ia sudah saya tentukan menjadi penerus sejak tiga tahun lalu. Saat masa transisi pun ia dan komisaris sangat nyaman sebagaimana ketika saya hendak menjabat sebagai CEO lima tahun lalu. Good story will continue. Ia merupakan pilihan yang terbaik bagi para stakeholders maupun shareholders," pungkasnya. (fyk/fyk)