Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan ada alasan kenapa Indonesia harus berguru kepada Negeri Gingseng ini.
Fixed broadband atau pita lebar tetap ini punya koneksi internet kecepatan tinggi dan stabil bila dibandingkan dengan mobile internet di smartphone maupun pemanfaatan satelit. Secara sederhana, fixed broadband ini diibaratkan jalan tol dengan kemungkinan jalurnya bisa mencapai kecepatan ukuran hingga Gpbs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengerti saya, kita kalah dari Korea karena kita negara kepulauan. Korea Sendiri pulaunya satu, Jeju yang ada di selatan. Kenapa Jawa tidak seperti Korea?" tambahnya.
Bahkan Rudiantara telah menunjuk delegasi untuk berguru soal fixed broadband ini, yaitu Benyamin Sura selaku Direktur Pengembangan Pita Lebar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Benyamin baru dilantik beberapa waktu lalu. Sebelumnya ia mengemban posisi Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kementerian Kominfo.
"Makanya saya ajak pak Ben belajar dari Korea. Dia akan rapat khusus di Seoul membahas bagaimana mengembangkan fixed broadband," Rudiantara melanjutkan.
Saksikan video 20detik soal Rudiantara diajang ITU Telecom World 2017 Busan di sini:
Tonton Juga: Gokil! Cewek Ini Masak Pakai Kotak CPU hingga Dispenser
Sebagai negara kepulauan dan akses internet yang belum merata di seluruh daerah, khususnya di luar Pulau Jawa, menjadi alasan kuat kenapa Indonesia harus belajar kepada Korea Selatan.
Di kesempatan yang sama, Benyamin mengungkapkan telah bertemu dengan salah satu operator asal Korea Selatan ini. Tujuan pembelajaran fixed broadband ini nantinya diimplementasikan untuk pemerataan akses internet ke daerah yang dinilai punya potensi ekonomi bagus tapi tidak tersentuh internet cepat.
"(Korea Selatan) Mereka sudah pengalaman soal fixed broadband. Persoalan kita ada fixed broadband, kalau di sisi mobile broadband itu tidak ada masalah. Jadi, saya diminta untuk berguru yang nanti ketemu di Seoul," ucapnya.
Berbeda dengan proyek Palapa Ring yang dilakukan oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) yang menyasar wilayah 3T, yakni Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
"Kalau Palapa Ring untuk menyasar daerah rural, nah saya harus menghubungkan daerah yang punya potensi ekonomi tapi tidak ada jaringan fixed broadband di sana. Kemampuan fixed broadband itu punya kemampuan tinggi dibandingkan jaringan wireless atau satelit. Pak Menteri ingin semua Kota/Kabupaten bisa masuk kabel optik," sebutnya. (fyk/fyk)