BERITA TERBARU
Rabu, 06 Sep 2017 14:35 WIB

Tapal Batas

Menakar Nasib Pengguna 2G di Pelosok Sebelum Tergusur 4G

Rachmatunnisa - detikInet
(Foto: Rachman Haryanto) (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Seiring era 4G, pengguna mulai beralih memanfaatkan layanan internet cepat itu. Di sisi lain, kedatangan generasi terbaru mobile broadband ini lambat laun menggeser jaringan sebelumnya, terutama 2G yang sudah lawas.

Namun di berbagai daerah di Indonesia, terutama wilayah pelosok, sampai saat ini masih banyak yang menggunakan layanan 2G. Contohnya, pengguna Telkomsel di sekitar Kecamatan Entikong, Kabupaten Sekayam, Kalimantan Barat. Porsi pengguna layanan 2G masih mendominasi.

Manager Branch Telkomsel Pontianak M Norhansyah menyebutkan, upaya mendorong pelanggan agar beralih ke jaringan generasi terbaru sudah dilakukan, antara lain dengan memperbanyak Base Transceiver Station (BTS) 4G.

"Sekarang kita sudah tidak ada lagi pembangunan BTS 2G. Sekarang pun yang kita bangun BTS 3G hanya sekitar 20%, 80%-nya BTS 4G," kata Norhansyah, ditemui saat kunjungan detikINET dengan tim Tapal Batas detikcom ke Entikong.

Dikatakan Norhansyah, mau tidak mau, nantinya pelanggan akan dengan sendirinya bergeser menggunakan layanan di jaringan generasi terbaru.

"Karena habit itu kita yang membentuk. Kalau kita yang ngikutin mereka nggak mungkin juga. Beralih ke yang berbasis broadband keuntungannya banyak sekali. Semua yang berbasis digital mereka bisa nikmati," sebutnya.

 Nasib Pengguna 2G di Pelosok Tentara di wilayah perbatasan mengakses 4G (Foto: Rachmatunnisa/detikINET)


Migrasi ke 4G

Memang belum semua pelanggan siap beralih ke jaringan terbaru. Menurut Norhansyah, ada banyak tantangan yang harus dihadapi Telkomsel dalam migrasi 2G ke 3G dan 4G, antara lain wilayah yang luas seperti di Kalimantan. Norhansyah memberi contoh dengan membandingkan Kalimantan Barat dan Jawa.

"Bicara Kalimantan, wilayahnya masih ada gap antara orang kota dengan di desa, tingkat pengetahuan tentang yang berbasis broadband dengan yang biasa SMS dan nelepon. Tahapannya agak lama menurut saya. Kalau melihat Jawa mungkin bisa lebih cepat. Mereka lebih kecil wilayahnya. Kalbar ini wilayahnya besar. Satu Kalbar, di Jawa mungkin beberapa provinsi," paparnya.

Supervisor Radio Transport Power Operation Telkomsel Sintang Adi Wena Hydravicyan menambahkan, Telkomsel tak akan secara langsung menutup atau mematikan akses jaringan 2G. Pasalnya, pelanggan Telkomsel di jaringan 2G terbilang cukup banyak.

Di Entikong, tercatat ada 5.403 pelanggan 2G, 3.954 pelanggan 3G dan 6.240 pelanggan 4G. Komposisi jaringan (BTS) untuk 2G, 3G dan 4G secara gambaran kasarnya adalah 37:46:17 (data per 5/9/2017).

"Kita punya tahap migrasi, frekuensi 2G akan dipakai untuk 3G atau LTE. Untuk improvement pengganti 2G sih biasanya. Tapi kita akan lihat kondisi trafik 2G, kalau terlalu banyak untuk diganti mungkin kita masih bertahan. Untuk strategi spektrum frekuensi, Telkomsel pusat juga sudah punya roadmap mengalihkan 2G ke 3G, dan 3G ke 4G," terangnya.

Secara nasional, Telkomsel saat ini memiliki 146.571 BTS. Sebanyak 96.245 unit merupakan BTS 3G dan 4G, sedangkan 50.326 unit merupakan BTS 2G. Di berbagai daerah, Telkomsel sudah tidak membangun BTS 2G dan memberikan porsi lebih banyak untuk pembangunan BTS 4G.

Ketersediaan akses internet cepat berupaya digenjot Telkomsel hingga wilayah terpencil, terluar dan tertinggal, termasuk di Entikong. Kecamatan ini merupakan salah satu wilayah perbatasan negara yang menghadap Malaysia, sehingga kapasitas jaringan terus ditambah Telkomsel untuk memperkuat sinyal di perbatasan.


Simak cerita lainnya dari wilayah perbatasan di Tapal Batas detikcom. (rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed