Kamis, 31 Agu 2017 15:24 WIB

Tapal Batas

Lucu, Mobil GraPARI Disangka Karaoke Keliling

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Telkomsel Foto: Telkomsel
Entikong - Sejak 2013, Telkomsel mengemas layanan GraPARI agar bisa mobile dengan kehadiran armada mobil GraPARI. Tak mau lagi hanya duduk manis berdiam diri, Telkomsel melalui Mobile GraPARI (Mogi) turun langsung menjemput bola ke tengah masyarakat.

Meski keberadaannya sudah cukup lama, di beberapa daerah, belum banyak orang tahu kalau Mogi adalah layanan GraPARI versi berjalan. Seperti yang sering dialami tim operasional Telkomsel di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di kabupaten Sintang, Kalimantan Barat misalnya.

"Waktu ke pelosok di Senaning, Ketungau Hulu sana itu, kita datang itu dikira mau benerin BTS, karena lihat ada tiang untuk tenda di atap mobilnya itu kan. Jadi kita sering ditanya mau betulin tower yang mana?" cerita Staf Outlet Operation Cluster Sintang Eldyo Maulana.

Ada lagi yang lebih lucu. Karena penampilan Mogi yang tampak tidak biasa dengan berbagai perlengkapan di luar maupun di bagian dalamnya, membuat beberapa warga mengira Mogi adalah mobil karaoke keliling.

Lucu, Mobil GraPARI Disangka Karaoke KelilingFoto: Telkomsel


Sebagai gambaran, Mogi berbentuk mobil low MPV, dengan satu armada diisi oleh setidaknya dua orang staf. Mogi dilengkapi smart TV, DVD player, audio sound system, terminal EDC, GPS, mobile tracking, WiDi Access Point, laptop, sampai genset. Dengan berbagai jenis perangkat kerja melengkapinya, Mogi memang terlihat 'meriah'. Apalagi warna mobilnya pun merah ngejreng, sesuai warna khas Telkomsel.

"Mobil kita kan dilengkapi TV. Kadang dikira untuk karaoke, kan ada tuh mobil hiburan karaoke. Dan memang kita juga sediakan sound system untuk mengundang keramaian," kata Eldyo seraya tertawa.

Di tempat-tempat tertentu seperti di pasar, terminal atau tempat makan, Mogi memang sekaligus jadi tempat hiburan warga. Tim Mogi diperbolehkan mengundang keramaian dengan memanfaatkan perangkat yang ada di mobil, asalkan sudah izin dengan aparat keamanan setempat.

Lucu, Mobil GraPARI Disangka Karaoke KelilingFoto: Telkomsel


"Misalnya kaya di terminal Sekadau, biasanya memang jadi sekalian tempat nongkrong-nongkrong, karena hiburan di sini masih minim. Jadi lihat yang seperti itu (Mogi) sesuatu yang wah," ujarnya.

Berbagai pengalaman ini membuat Eldyo dan timnya gencar wara wiri ke berbagai tempat. Mereka harus agresif menyambangi daerah yang belum mengenal Mogi, untuk memperkenalkan fungsi keberadaan armada mobil merah ini.

Mogi sendiri sejak kemunculannya memiliki tiga fungsi yang tidak jauh berbeda dengan gerai GraPARI, yakni sebagai media edukasi pelangggan, menangani keluhan pelanggan, serta melakukan penjualan voucher, T-cash, ganti kartu, dan lain-lain.

Lucu, Mobil GraPARI Disangka Karaoke KelilingFoto: Telkomsel


Eldyo merinci, di Cluster Sintang tempatnya bertugas, ada lima kabupaten yang meliputi Sanggau, Melawi, Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu. Di setiap kabupaten ada satu Mogi yang menjelajahi wilayah tersebut. Penambahan Mogi akan terus dilakukan agar bisa menjangkau dusun terjauh.

"Area kerja mereka satu kabupaten di-cover satu Mogi. Di manapun ada lokasi keramaian, mereka wajib stand by di situ. Jadi mereka punya jadwal setiap hari ke pasar mana, atau terminal mana," papar Eldyo.

Pelanggan yang mendatangi Mogi biasanya mengadukan berbagai keluhan seperti nomornya tidak dapat sinyal, pulsa tersedot, atau ada juga yang melakukan aktivasi kartu, membeli pulsa dan minta dipandu membeli paket internet.

"Mogi memang dikhususkan untuk komplain-komplain seperti itu. Banyak pelanggan yang masih belum ngerti kalau beli pulsa reguler lalu kita mengaktifkan internet dia kena pulsa reguler. Jadi kita juga edukasi aturan-aturannya," terangnya.

Lucu, Mobil GraPARI Disangka Karaoke KelilingFoto: Telkomsel


Selain mengedukasi, setiap Mogi aktif berjualan. Satu Mogi ditarget bisa mencapai angka penjualan Rp 5 juta per bulan dari penjualan SIM card, voucher pulsa dan lain-lain. Dikatakan Eldyo, dalam sehari rata-rata satu Mogi bisa menjual 5-10 SIM card.

Penjualan paket internet juga menjadi fokus penjualan Mogi di kawasan Sintang dan sekitarnya. Penambahan BTS 4G di wilayah perbatasan ini ikut menggenjot pertumbuhan penggunaan data. Komunikasi pun mulai bergeser dari telepon dan SMS menjadi berbasis internet kencang.

"Dulu kan cluster Sintang ini masih sedikit BTS 4G, semenjak ada BTS 4G ada peningkatan pengguna data. Growth-nya 16% di cluster Sintang dibandingkan bulan yang sama di tahun lalu," ujarnya.


Simak cerita lain dari wilayah perbatasan di Tapal Batas detikcom. (rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed