Rabu, 10 Mei 2017 12:03 WIB

Aturan Tarif Jasa Operator Seluler Demi Efisiensi

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Istimewa/Telco Foto: Istimewa/Telco
Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tengah menyusun aturan terkait tarif jasa yang ditawarkan oleh penyelenggara jaringan bergerak seluler atau operator seluler. Adanya aturan tersebut diharapkan dapat melahirkan efisiensi di industri telekomunikasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan aturan tersebut dalam bentuk formula bukan penetapan besaran tarif. Dengan aturan tersebut pihaknya ingin mendorong adanya pilihan di masyarakat, entah itu harga atau layanan.

Dari situ diharapkan adanya kompetisi. Dengan adanya kompetisi itu akan menghasilkan sesuatu yang efisien bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan.

"Itu semua di-encourage. Tetapi pemerintah tidak akan menetapkan batas bawah seperti penerbangan. Karena batas bawah pada penerbangan ada hubungannya safety. Ini kan tidak ada safety, lebih banyak kepada kenyamanan," papar Rudiantara ketika ditemui di markas utama Go-Jek, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Saat ditanya akankah formula yang dibuat BRTI akan mempengaruhi tarif data, Menkominfo menjawab tidak. Pasalnya kedua hal tersebut berbeda.

Dijelaskannya kalo dahulu tarif itu menghitung voice. Sekarang voice pun dikonversinya menggunakan data. Dan masyarakat sekarang ini menelpon banyak menggunakan aplikasi OTT, seperti Line, WhatsApp, VoLTE dan lain-lain.

"Kita akan mengarah ke data. Akibatnya apa? Jika kita fokus pada data, 3-5 tahun kita tidak bicara lagi soal interkoneksi, sudah bye-bye," kata Rudiantara.

Sebelumnya Anggota BRTI I Ketut Prihadi Kresna mengungkap pihaknya tengah menyusun tarif jasa operator. Aturan yang susun ini adalah formulanya, bukan penetapan besaran tarif. Sebab, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ataupun BRTI tidak punya kewenangan menetapkan tarif operator.

"Jasa ini termasuk voice, SMS, dan data. Kalau peraturan yang saat ini berlaku memang belum mencakup tarif data," kata Ketut saat dihubungi detikINET beberapa waktu lalu.

Di formula tersebut akan dapat dilihat komponen-komponen biaya yang diperlukan untuk menyediakan layanan data.

"Yang terdiri atas biaya elemen jaringan, biaya operasional, termasuk promosi serta margin yang wajar," tambah Ketut.

Direncanakan, aturan tarif jasa operator seluler ini akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen). (afr/afr)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed