Sabtu, 29 Apr 2017 13:40 WIB

Buntut Aksi Nyinyir Indosat: Dikecam Netizen, Dikerjai Hacker, Disemprit BRTI

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Salah satu sindiran Indosat ke Telkomsel (dok.Internet) Salah satu sindiran Indosat ke Telkomsel (dok.Internet)
Jakarta - Siapa menabur angin akan menuai badai. Buntut dari aksi nyinyir Indosat Ooredoo di media sosial saat Telkomsel kena retas--gara-gara sang hacker mengeluh tarif internet mahal, malah berbuntut panjang.

Setelah Telkomsel seharian bertengger di pemuncak trending topic Twitter, Jumat kemarin, malamnya giliran Indosat yang kena bully netizen. Hashtag #IndosatLemot pun membahana karena ramai dipergunjingkan dan ikut masuk trending topic.

Disindir hacker bak 'pahlawan kesiangan', sang operator seluler milik Group Ooredoo dari Qatar tersebut pun akhirnya ikutan kena retas situsnya. Namun, hanya di bagian subdomain arena.indosatooredoo.com saja yang kena deface.

#IndosatLemot: Dikecam Netizen, Dikerjai Hacker, Disemprit BRTIFoto: internet

Sejatinya, tak hanya Indosat saja yang mencuri momentum insiden ini. XL Axiata pun demikian. Lewat cuitannya, XL ikut menyindir pengguna 'tarif mahal' Telkomsel agar bersabar. Ini ujian katanya, sembari berpromosi kuota YouTube tanpa batas mereka.

#IndosatLemot: Dikecam Netizen, Dikerjai Hacker, Disemprit BRTIFoto: istimewa


#IndosatLemot: Dikecam Netizen, Dikerjai Hacker, Disemprit BRTIFoto: istimewa


Namun belakangan, cuitan XL itu pun dihapus menyusul Indosat yang lebih dulu coba menghilangkan barang bukti. Namun sayangnya, screenshot dari cuitan kedua operator ini telah menyebar luas di media sosial, dan sampai juga ke telinga Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).



I Ketut Prihadi, Anggota Komite Regulasi BRTI, menilai Indosat dan XL tak seharusnya berbuat demikian. Apalagi di tengah upaya BRTI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk membangun suasana kondusif di tengah panasnya kompetisi di industri telekomunikasi.

"Secara etika, apa yang dialami Telkomsel sebaiknya tidak dimanfaatkan untuk marketing produk operator lain. Secara regulasi telekomunikasi memang tidak ada yang dilanggar, tapi dari sisi etika beriklan, ada Etika Pariwara Indonesia yang wajib dipedomani," ujarnya kepada detikINET, Sabtu (29/4/2017).

#IndosatLemot: Dikecam Netizen, Dikerjai Hacker, Disemprit BRTIFoto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II


"Kalau hal yang sama terjadi pada operator lain, di-hack juga, pasti mereka juga tidak ingin hal tersebut dimanfaatkan oleh operator lain untuk promosi yang mendiskreditkan operator yang sedang ditimpa masalah," jelas Ketut lebih lanjut.

Buntut dari semua itu, BRTI pun akan menyemprit Indosat dan XL terkait masalah etika pariwara yang terjadi melalui teguran tertulis yang akan dikirimkan langsung kepada direktur utama masing-masing operator.

"Dengan surat tertulis ke semua operator, hal ini merupakan langkah formal yang cukup keras agar semua operator agar tetap menjaga etika. Surat akan ditujukan langsung kepada dirut masing-masing," pungkas Ketut. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed