Perusahaan teknologi raksasa China ini sebelumnya sudah pernah menjalin kerjasama dalam uji coba jaringan 4,5G dengan sejumlah operator lokal. Dalam uji coba, Huawei menggunakan teknologi Massive MIMO.
Ditemui detikINET di sela-sela kesibukannya di Mobile World Congress (MWC) 2017, Lim Chee Siong selaku Regional CMO Head of Strategy & Marketing Division South Pacific Region, mengatakan bila layanan 4,5G dengan teknologi Massive MIMO diklaim lebih unggul dari teknologi lain, Carrier Aggregation misalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaringan 4,5G pun diklaim lebih cepat dari 4G. Menurutnya bila 4G hanya mampu mencapai kecepatan sekitar 100 Mbps, maka dengan 4,5G bisa mencapai 1 Gbps.
"Tak hanya kecepatan, 4,5G juga memiliki latensi yang lebih rendah, yakni sampai 10 milidetik. Sementara 4G baru 15 milidetik. Memang kalau hanya untuk mobil pintar, masih sanggup melayani. Namun, jika berbicara masa depan seperti mobil otomatis kita harus membutuhkan latensi yang lebih rendah dengan latensi 1 milidetik dan kami belum punya itu," ungkapnya.
Lalu kapan teknologi jaringan ini bisa segera dinikmati? "Ya, kalau tidak ada halangan tahun ini. Tapi dimulai dari beberapa kota besar, seperti Jakarta," pungkasnya. (rns/rns)