Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Barcelona
Kapan 4,5G Bisa Dirilis di Indonesia, Huawei?
Laporan dari Barcelona

Kapan 4,5G Bisa Dirilis di Indonesia, Huawei?


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
Barcelona - Meski 4G baru berjalan beberapa tahun, sejumlah operator telekomunikasi di Indonesia sudah mulai menggeber uji coba 4,5G. Huawei sebagai salah satu penyedia teknologi jaringan pun memberi bocoran kapan tepatnya jaringan ngebut itu segera dikomersialisasikan di Indonesia.

Perusahaan teknologi raksasa China ini sebelumnya sudah pernah menjalin kerjasama dalam uji coba jaringan 4,5G dengan sejumlah operator lokal. Dalam uji coba, Huawei menggunakan teknologi Massive MIMO.

Ditemui detikINET di sela-sela kesibukannya di Mobile World Congress (MWC) 2017, Lim Chee Siong selaku Regional CMO Head of Strategy & Marketing Division South Pacific Region, mengatakan bila layanan 4,5G dengan teknologi Massive MIMO diklaim lebih unggul dari teknologi lain, Carrier Aggregation misalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena begini, beberapa ada yang mendalkan carrier aggregation. Sementara ada pula operator memilih untuk menggunakan Massive MIMO, di mana antenanya lebih banyak dari MIMO biasanya sehingga memungkinkan operator melayani data dalam jumlah besar mengandalkan spektrum yang dimiliki," ucap Lim di Barcelona, Spanyol, Kamis (2/3/2017).

Jaringan 4,5G pun diklaim lebih cepat dari 4G. Menurutnya bila 4G hanya mampu mencapai kecepatan sekitar 100 Mbps, maka dengan 4,5G bisa mencapai 1 Gbps.

"Tak hanya kecepatan, 4,5G juga memiliki latensi yang lebih rendah, yakni sampai 10 milidetik. Sementara 4G baru 15 milidetik. Memang kalau hanya untuk mobil pintar, masih sanggup melayani. Namun, jika berbicara masa depan seperti mobil otomatis kita harus membutuhkan latensi yang lebih rendah dengan latensi 1 milidetik dan kami belum punya itu," ungkapnya.

Lalu kapan teknologi jaringan ini bisa segera dinikmati? "Ya, kalau tidak ada halangan tahun ini. Tapi dimulai dari beberapa kota besar, seperti Jakarta," pungkasnya. (rns/rns)
TAGS





Hide Ads
LIVE