Untuk mengantisipasi beban pelanggan yang meningkat tersebut, XL pun melakukan inovasi. Salah satunya adalah penerapan teknologi 4,5G menggunakan perangkat modulasi 4x4 MIMO 256 QAM (Quadrature Amplitude Modulation).
"Per pelanggan 6,5 GB, di (jaringan) 4G LTE. Sehingga kita harus berinovasi agar kecepatan terjaga. Karena kalau konsumsi data pelanggan terus meningkat pasti (mempengaruhi) kecepatannya yang akan menurun," jelas Rahmadi Mulyo Hartono, VP LTE XL, di Grha XL, komplek Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (12/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penerapan teknologi 4,5G, rencana ke depan operator 'biru' ini adalah implementasi carrier agregation (CA) di frekuensi 2,1 GHz. Namun XL baru akan melakukannya bila pelanggan 3G dan trafik data di spektrum yang dimilikinya tersebut sudah berkurang.
"Rencana dalam waktu dekat adalah CA menggunakan 2,1 GHz, dengan catatan pengguna 3G dan trafiknya berkurang. Bisa tembus 450 Mbps," pungkasnya. (yud/asj)