Tercatat, pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83%, 14%, dan 3% terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan.
Indosat dari bisnis seluler hingga kuartal III 2016 meraih pendapatan Rp 17,89 triliun atau tumbuh 11,9% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 15,99 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki Ooredoo asal Qatar ini juga terus mengembangkan jaringan secara nasional, dengan menambah 7.851 BTS dimana 96% diantaranya merupakan BTS 3G dan 4G demi menunjang pertumbuhan dalam bisnis data. Total BTS yang dimiliki Indosat sebanyak 54.212 site hingga kuartal III 2016.
Masa kelam kerugian pun sepertinya mulai menjauh dari Indosat di periode 2016. Hal itu terlihat dari laba bersih yang diraih sebesar Rp 845,4 miliar hingga kuartal III 2016 berbanding terbalik dengan periode sama tahun lalu yang rugi Rp 1,122 triliun.
Secara operasional, dilihat dari EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) yang tumbuh 10,5% menjadi Rp9,5 triliun di kuartal III 2016 dibanding Rp 8,6 triliun dengan margin EBITDA sebesar 44,0%.
Hingga periode sembilan bulan pertama 2016, porsi hutang dalam dollar AS telah berkurang secara signifikan dari USD 505,6 juta pada periode sama 2015 menjadi sebesar USD 186,4 juta, atau 12,0% dari total hutang.
Penurunan porsi hutang dalam dollar AS sebesar 63,1% ini sesuai dengan rencana Indosat Ooredoo untuk mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap laba/rugi bersih Perusahaan.
Hutang dari pinjaman bank dan obligasi turun 12,0% dibanding tahun lalu, mewakili penurunan hutang beredar sebesar Rp2,7 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun 2015. Upaya perusahaan dalam mengurangi porsi hutang dalam dollar AS dan mengurangi tingkat hutang akan berlanjut di sepanjang sisa tahun 2016
(rou/rou)