Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Smartfren: Jangan Terbuai Klaim Operator Paling Cepat

Smartfren: Jangan Terbuai Klaim Operator Paling Cepat


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET
Jakarta - Para operator sering berlomba lomba soal kecepatan akses data, apalagi di era 4G LTE sekarang ini. Namun pendekatan yang berbeda coba dilakukan oleh Smartfren.

"Jangan terbuai oleh kata-kata speed, semua berlomba soal speed, katanya lebih tinggi, lebih bagus. Tetapi speed itu bukan acuan bagus atau tidaknya jaringan," Munir Syahda Prabowo, VP Tech Relations and Special Project Smartfren di Palembang.

"Kalau memang cepat tapi berhenti-berhenti aksesnya, ya sama saja, kan. Yang penting itu bisa tetap continue dan stabil," papar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Smartfren menurutnya lebih fokus untuk memperluas coverage 4G Smartfren agar merata, dengan kecepatan tinggi yang stabil. Kecepatan pun tidak perlu luar biasa tinggi asalkan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi.

"Misalnya 2 mega itu sudah lancar kalau mau akses video YouTube. Untuk apa mencapai 100 mega kalau hanya untuk memakai YouTube," papar Munir.

Munir tak menampik kalau kecepatan yang sangat tinggi mungkin saja diperlukan oleh beberapa pelanggan. Misalnya kalau ada kebutuhan siaran langsung definisi tinggi.

"Tapi pelanggan kita yang ingin seperti itu kan terbatas. Kalau untuk sehari-hari lebih ke produktivitas personal. Jarang yang misalnya download gede-gedean," tambahnya.

Kebanyakan pengguna di keseharian mungkin memang hanya mengakses pesan instan semacam BBM, WhatsApp atau Line, YouTube, sampai menulis di jejaring sosial. "Kalau untuk itu ya 2 mega (Mbps) saja sudah cukup," pungkas Munir. (fyk/rou)







Hide Ads