Para ilmuwan Muslim mencoba menjelaskan peristiwa Isra Miraj secara fisika dan matematika. Ternyata, memang bisa dihitung.
Isra adalah perjalanan malam hari Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Baitul Maqdis atau Masjid Al Aqsa. Sedangkan Miraj adalah peristiwa diangkatnya Rasulullah dari Masjid Al Aqsa melewati langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT untuk umat Islam.
Umat Islam menyakini kendaraan yang dipergunakan Nabi Muhammad SAW adalah Buraq yang berarti kilat. Ketua Lembaga Infokom dan Publikasi PBNU, Ishaq Zubaedi Raqib dalam tulisannya di detikHikmah, menjelaskan Buraq sebagai makhluk Tuhan berupa cahaya yang tentunya bisa melesat dalam kecepatan cahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian secara fisika mengenai Buraq salah satunya dilakukan Hismatul Istiqomah dari Universitas Negeri Malang dan Muhammad Ihsan Sholeh dari Universitas Negeri Jember. Penelitian mereka dipublikasikan di Academic Journal of Islamic Studies (AJIS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Volume 5 No 1 (2020) seperti diakses detikINET, Jumat (16/1/2026).
Dalam penelitian berjudul The Concept of Buraq in the Events of Isra Mi'raj: Literature and Physics Perspective, Hismatul dan Ihsan menjelaskan dalam perspektif fisika bahwa Buraq adalah cahaya dengan kecepatan tinggi. Sedangkan, kecepatan cahaya sendiri sudah diukur ilmuwan yaitu 3 x 10β΅ km/detik atau 3 x 10βΈ m/detik.
Dengan demikian, Isra atau perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang berjarak 1.500 km atau 15 x 10β΅ meter dapat ditempuh dalam waktu 0,005 detik oleh Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril dengan menggunakan Buraq (cahaya) dengan kecepatan 3 x 10β΅ km/detik atau 3 x 10βΈ m/detik.
Sementara itu, perjalanan Miraj secara fisika dan matematika bisa bisa dihitung sebagai berikut. Diketahui, s = jarak Miraj disebutkan dalam Al Quran adalah 5 x 10β΄ tahun atau 15.768 x 10βΈ detik (jika 1 tahun = 365 hari) atau 158.112 x 10β· detik (jika 1 tahun = 366 hari). Kecepatan cahaya Buraq adalah v = 3 x 10β΅ km/detik atau 3 x 10βΈ m/detik.
Ditanyakan t = waktu Miraj adalah s/v. Maka bisa dihitung jarak dibagi dengan kecepatan t = 15.768 x 10βΈ detik : 3 x 10βΈ m/detik. Didapatkan jawaban durasi sekali jalan untuk Miraj adalah 5.256,005 detik atau sekitar 1,46 jam (1 jam 27 menit 6 detik).
Kesimpulannya, dalam sekali jalan maka Isra butuh waktu 0,005 detik dan Miraj butuh waktu 5.256,005 detik atau sekitar 1,46 jam (1 jam 27 menit 6 detik). Untuk perjalanan bolak-balik, tinggal dikalikan 2 saja.
Dalam penutup paper jurnalnya, Hismatul dan Ihsan mengatakan peristiwa Isra Miraj bisa dijelaskan secara ilmiah oleh para ilmuwan karena secara fisika, cahaya memang bisa diukur. Sehingga durasi perjalanan bisa dihitung memakai rumus matematika.
(fay/afr)

