Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Isu Monopoli Tak Bikin Telkomsel Ciut Blusukan ke Pelosok

Isu Monopoli Tak Bikin Telkomsel Ciut Blusukan ke Pelosok


Ardhi Suryadhi - detikInet

Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi
Alor, Nusa Tenggara Timur - Beberapa waktu lalu, Telkomsel digoyang isu monopoli di luar pulau Jawa yang dilancarkan oleh Indosat. Namun isu ini nyatanya tak menghentikan agresivitas anak usaha Telkom itu untuk terus ekspansi ke pelosok daerah.

Hal ini ditegaskan Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah di sela acara Komitmen Bersama Membangun Kawasan Perbatasan Negara Menjaga Kedaulatan NKRI di Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur.

"Meski ada isu monopoli tetapi kita tak ubah semangat untuk tetap membangun, karena memang tak ada aturan yang dilanggar. Dan gak akan tahu juga mereka (operator lain) kapan akan masuk ke daerah terpencil," kata Ririek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Pulau Alor yang berbatasan dengan Timor Leste ini misalnya. Telkomsel jadi pemain tunggal di pulau yang ditinggali oleh sekitar 200 ribu jiwa ini.

Bukan lantaran operator lain dilarang masuk. Beberapa tahun lalu sebenarnya ada juga pemain lain namun mereka memilih untuk mundur teratur lantaran berdarah-darah secara hitung-hitungan bisnis.



"Sekitar tiga tahun yang lalu masih ada operator lain, tapi sudah keluar karena hitung-hitungan bisnis. Itu tower BTS-nya masih ada," ungkap Yetty Kusumawati selaku Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali.

Di Pulau Alor sendiri Telkomsel melayani pelanggan dengan bermodal 70 BTS. Saat detikINET berkunjung ke Pulau Alor, terlihat bahwa mayoritas wilayah sudah ter-cover jaringan 3G. Sementara jaringan 4G bisa ditemui di area Bandara Mali Alor dan pusat kota dekat rumah dinas Bupati Alor.

Selain untuk mengangkat dari segi ekonomi, terbukanya akses komunikasi di wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini diharapkan juga dapat membantu TNI khususnya dalam menunjang berbagai kegiatan operasional tentara yang bertugas di garda terdepan.

Jika operator lain berdarah-darah sehingga memilih kabur. Lantas, bagaimana kondisi bisnis Telkomsel di Pulau Alor? "Di sini kita pas-pasan lah. Soalnya kan selain dapat profit kita juga bisa mendapat pahala," cetus Ririek.

Secara nasional, saat ini Telkomsel telah mengoperasikan 627 BTS yang berlokasi di perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini.



Dari 627 BTS yang berbatasan langsung dengan tujuh negara tetangga tersebut, 148 di antaranya merupakan BTS 3G yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan data.

Dari seluruh BTS Telkomsel di perbatasan negara, 16 BTS berlokasi di Batam dan Bintan yang berbatasan dengan Singapura; 202 BTS berbatasan dengan Malaysia di Dumai, Rokan, Bintan, Karimun, Anambas, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sumatera bagian Utara, Rokan Hilir.

Kemudian, 63 BTS di Natuna dan Anambas berbatasan dengan Vietnam, 173 BTS di Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan Timor Leste; 64 BTS di Pulau Rote dan Maluku berbatasan dengan Australia; 70 BTS di Sulawesi Utara berbatasan dengan Filipina; dan 39 BTS di Papua bagian Timur berbatasan dengan Papua Nugini. (ash/rou)
TAGS







Hide Ads