Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Operator Sambut Penurunan Tarif Interkoneksi Meski Belum Ideal

Operator Sambut Penurunan Tarif Interkoneksi Meski Belum Ideal


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Mayoritas operator telekomunikasi seluler seperti XL Axiata, Indosat, dan Hutchison 3 Indonesia menyambut penurunan tarif interkoneksi meski dinilai mereka belum turun secara ideal.

"Belum ideal, tapi kita sambut positif," kata Dian Siswarini, President Director & CEO XL Axiata saat berbincang dengan detikINET, Rabu (3/8/2016).

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya menetapkan penurunan biaya interkoneksi secara rata-rata untuk 18 skenario panggilan dari layanan seluler dan telepon tetap itu sekitar 26%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah beberapa kali sampaikan bahwa harapan kami minimal turun 40%," kata Dian lebih lanjut.

Namun demikian, ia mengaku masih bisa menerima perhitungan yang dibuat pemerintah. "Ya, kita nanti tinggal nego di lapangan saja. Soal berapa besarnya penurunan yang dirasakan pelanggan, nanti kita lihat hasilnya per 1 September 2016," tutupnya.

Pun demikian dengan President Director & CEO Indosat Alexander Rusli dan Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia Muhammad Danny Buldansyah. Mereka juga ikut menyambut positif keluarnya penetapan ini.

"Kami senang akhirnya ada keputusan soal perhitungan biaya interkoneksi baru. Sebenarnya pengen turun lebih besar, tetapi ini sudah diambil keputusan, jadi kita ikut," kata Danny yang sebelumnya juga berharap bisa turun 40%.

Menurutnya, perhitungan yang dibuat regulator cukup adil setelah melalui banyak kajian dan pertimbangan. "Kita akan siapkan strategi retail ke depan dengan memasukkan biaya interkoneksi versi baru ini. Soal nanti tarif retail dari Tri lebih kompetitif dari pesaing, biar pasar yang menentukan. Soalnya yang lain biayanya kan ikut turun," jelasnya.

Sementara Alex menilai, penurunan 26% yang diungkap pemerintah adalah hitungan rata-rata dari 18 skenario panggilan. "Nanti kita nego kan berdasarkan pola trafik di satu daerah. Jadi, jangan pukul rata semua layanan dan area penurunan akan sama," katanya.

Seperti diketahui, biaya interkoneksi adalah salah satu komponen dari tarif retail. Saat ini tarif interkoneksi yang diberlakukan di Industri hanya di bawah 20% dari tarif retail lintas operator yang dibayarkan oleh pelanggan.

Kisaran biaya interkoneksi Rp 250 terhadap tarif retail lintas operator Rp 1500. Sedangkan formula tarif retail terdiri dari biaya interkoneksi, service activation fee, dan margin.

Sebagai ilustrasi perhitungan, saat ini tarif ritel atau tarif pungut yang dibebankan operator kepada pelanggan berkisar di angka Rp 1500 – Rp 2000 per panggilan off net (panggilan antar operator) per menit.

Dalam biaya interkoneksi baru untuk panggilan seluler lokal sekitar Rp 204 alias ada penurunan sekitar 18% dibandingkan hitungan yang lama.

Alhasil, bisa saja nanti tarif pungut setelah biaya interkoneksi baru diterapkan untuk panggilan lokal seluler sekitar Rp 1.230 hingga Rp 1.640. (rou/fyk)
TAGS





Hide Ads