Bolt Pikat 2 Juta Pelanggan 4G
Hide Ads

Bolt Pikat 2 Juta Pelanggan 4G

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Rabu, 29 Jun 2016 04:16 WIB
Foto: detikINET/M. Alif Goenawan
Jakarta - Kurang lebih 2 tahun sudah Bolt menggelar jaringan internet mobile 4G LTE. Dan dalam rentang waktu itu, jumlah pelanggan Bolt diklaim meningkat signifikan.

"Kami bangga menjadi operator 4G LTE pertama di Indonesia, dan kami senang dengan pencapaian lebih dari 2 juta pelanggan hanya dalam waktu 2 tahun. Merupakan pencapaian yang luar biasa," ujar Billy Abe, Chief Producy Officer Bolt di Bekaresto, Jakarta, Rabu (29/6/2016) petang.

Meski sudah mencapai lebih dari 2 juta pelanggan, Bolt tak ingin berpuas diri. Ini hanya sebuah permulaan, dimana ke depannya tantangan Bolt akan semakin sengit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bila dibandingkan dengan operator lain, kami tidak ada apa-apanya. Kami masih kecil. Tapi, walaupun kami kecil, kami bisa tetap bersaing dengan operator besar," lanjut Billy.

Rasa percaya diri itu didapat manakala pihaknya melihat bahwa saat ini sudah banyak smartphone 4G yang tersebar di Indonesia. Begitu pula dengan jumlah pemakai mobile internet yang cukup pesat.

"Kami melihat ada peluang yang besar untuk pertumbuhan layanan kami. Tahun ini kami fokus menyediakan layanan dan produk yang inovatif, serta memberikan akses mobile internet yang cepat demi kepuasan pelanggan," tandas Billy.

Genjot Pasca Bayar

Dari jumlah 2 juta pelanggan yang sudah digaet, kebanyakan diperoleh dari pelanggan pra bayar. Sementara itu jumlah pelanggan pasca bayar masih sangat minim.

"Yang pasti 88%-nya adalah pelanggan pra bayar. Dan sebaliknya artinya 12%-nya itu pasca bayar. Tapi saya kira ini angka paling tinggi di Indonesia. Nah, dari segmennya memang kita targetkan segmennya 15-35%," imbuh Dicky Moechtar, Presiden Direktur Bolt dalam kesempatan yang sama.

Untuk mendongkrak pelanggan pasca bayar, Bolt coba mengandalkan Ultra Starterpack. Dimana paket ini, semua pengguna smartphone 4G asal mendukung band 40 (2.300 MHz) bisa menikmati kecepatan internet 4G Bolt dengan kuota pertama gratis 14 GB.

Hanya saja, sekali ponsel tersebut menggunakan Ultra Starterpack maka tidak akan bisa lagi mengaktifkan starterpack yang baru.

"Kami punya sistem baru, semacam lock, dimana ponsel yang dimasuki nomor Ultra Starterpack itu sudah terkunci dan tidak bisa dimasuki nomor Ultra Starterpack lainnya," terang Dicky.

(mag/ash)
Berita Terkait