BERITA TERBARU
Sabtu, 18 Jun 2016 18:10 WIB

Peluncuran Satelit BRI

Banyak Faktor Bisa Tunda Peluncuran Satelit

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Dok. Arianespace Foto: Dok. Arianespace
Jakarta - Peluncuran satelit BRIsat milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali ditunda. Penundaan sejatinya hal yang biasa terjadi saat peluncuran satelit, karena berbagai faktor teknis.

Peneliti Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Robertus Heru Triharjanto mengatakan, ada banyak hal yang harus disiapkan dalam peluncuran satelit.

Yang jelas, dari pihak peluncur (pemilik roket), harus menyiapkan roket dan memasang satelit di bagian atas roket. Perlu pengecekan intensif untuk memastikan roket siap meluncur membawa satelit. Penundaan bisa terjadi sewaktu-waktu ketika muncul berbagai kondisi yang tidak memungkinkan satelit meluncur.

"Penundaan mungkin saja terjadi dalam peluncuran satelit. Alasannya bisa karena cuaca buruk, adanya masalah teknis di roket, atau masalah teknis di satelit yang akan diluncurkan," terangnya kepada detikINET, Sabtu (18/6/2016).

Dengan berbagai faktor yang menjadi tantangannya tersebut, peluncuran tidak bisa dipaksakan demi keamanan dan satelit bisa aman sampai ke orbit.

Gaung satelit milik BRI sejak persiapan hingga menantikan peluncurannya membuat cukup banyak orang bertanya-tanya, untuk apa sebuah bank memiliki satelit sendiri.

Industri perbankan dan satelit memang punya jarak cukup jauh. Hal ini bisa dimengerti jika yang melakukan peluncuran adalah perusahaan telekomunikasi. Menanggapi ini, Heru memberikan penjelasan.

"Hampir di dekat tiap mesin ATM kita melihat ada antena parabola kecil. Hal itu karena mereka menggunakan sistem komunikasi via satelit," terangnya.

Dikatakannya, perbankan adalah salah satu pengguna satelit komunikasi untuk menjamin sistem telekomunikasinya aman dan andal, tidak terputus-putus.

"BRI pun menyampaikan mereka memiliki satelit untuk menghemat biaya operasi dan merasa bisnis tersebut akan mendatangkan keuntungan," sebutnya.

Di luar itu, peluncuran BRIsat nantinya akan menambah eksistensi jumlah penyedia jaringan satelit komunikasi nasional.

"Bagi Indonesia, artinya bertambah penyedia jaringan satelit komunikasi nasional. Saat ini sekitar 40% disuplai asing," kata Heru

Peluncuran BRIsat ditunda sehari karena alasan cuaca. Kondisi angin bergerak kencang dan mengarah menuju daratan dinilai berbahaya karena serpihan roket bisa bergerak jatuh ke pemukiman penduduk.

"Untuk kondisi cuaca dari pagi tadi semua bagus. Tapi ternyata kondisi angin saat mau peluncuran tidak memungkinkan," kata Project Director BRIsat, Hexana Trisasongko, ditemui di Guiana Space Center, Kourou, Jumat waktu setempat (17/6/2016).

Update sejauh ini, waktu peluncuran atau launch window ditetapkan dari pukul 17.30 hingga 18.40 waktu Kourou. (rns/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.