Ditemui usai berkunjung ke stand peserta pameran Indonesia Celluler Show 2016, detikINET pun coba menanyakan hal tersebut kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.
Ia menjelaskan, skema implementasi Palapa Ring paket timur diubah menjadi dua karena faktor geografis. Solusi inline di Papua lebih sulit dan kompleks dibanding Maluku. Selain itu ketidakpastiannya pun lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski perubahan skema terasa mendadak, menkominfo memastikan dari sisi jumlah tidak mengalami perubahan.
"Jumlah kabupaten yang di-cover tidak diubah. Ini hanya coba dilihat bahwa dibuat modular tapi jumlahnya tidak berubah. Secara fisik pun tidak berubah," terang pria yang kerap disapa Chief RA ini.
Meski skema Palapa Ring paket Timur telah dibagi dua. Pemenang tender akan tetap satu.
Seperti diketahui saat ini terdapat tiga peserta yang telah memasukkan dokumen tender paket timur, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Konsorsium XL Axiata -- Indosat Ooredoo -- Alita dan Konsorsium Moratel -- Smartfren Telecom -- IBS.
Dibandingkan paket tengah yang 80% dananya butuh sekitar Rp 790 miliar. Kebutuhan dana untuk paket timur terbilang lebih besar. Kasubdit Pengembangan Infrastruktur Kominfo Anang Latif mengungkapkan, untuk capex (Capital Expenditure) atau belanja modal saja dibutuhkan setidaknya Rp 5 triliun.
"Capex sekitar Rp 5 triliun. Tetapi asumsi kalau mengacu pada perhitungan skema availability payment, maka dalam kurun waktu 15 tahun valuasi proyek ini bisa mencapai Rp 14 triliun," kata Anang.
Sedangkan untuk jalur pembangunan tidak banyak perubahan. Kominfo akan memanfaatkan proyek Trans Papua yang digarap oleh KemenPUPera. "Untuk kabel darat, minimal ada jalan atau tiang listrik. Persentase di barat itu kabel laut 80% dan kabel darat 20%," pungkas Anang.
Peserta tender Palapa Ring paket Timur diberikan deadline submit dokumen pada 31 Mei 2016 lalu. Pengumuman pemenang akan disampaikan 20 Juni mendatang. Palapa Ring paket timur sendiri akan sepanjang 6.300 km yang menghubungkan Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan termasuk Papua (pedalaman)
Dalam pengerjaan Palapa Ring di Papua akan dibantu Kementerian Pekerjaan Umum. Saat bangun jalan, di sampingnya akan dibuat dacting untuk ditempatkan kabel optik. (afr/ash)