Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Percepat Pemulihan Jaringan Pasca Gempa Bumi di Flores

Telkom Percepat Pemulihan Jaringan Pasca Gempa Bumi di Flores


Anggoro Suryo - detikInet

Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul  06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz
Sebuah hotel di Labuan Bajo yang mengalami kerusakan akibat gempa. Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA
Jakarta -

PT Telkom Indonesia mengonfirmasi adanya penurunan kualitas layanan telekomunikasi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sekitarnya.

Executive Vice President (EVP) Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, menjelaskan bahwa gangguan layanan yang dialami pelanggan di area tersebut sebagian besar diakibatkan oleh terputusnya pasokan listrik di wilayah terdampak, serta adanya sejumlah kerusakan fisik pada perangkat jaringan akibat guncangan gempa.

Bergantung pada stabilitas listrik

Terkait upaya perbaikan, Rachmad menuturkan bahwa proses pemulihan infrastruktur telekomunikasi saat ini masih sangat bergantung pada pulihnya stabilitas pasokan listrik dari fasilitas kelistrikan daerah setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sebagai solusi darurat dan langkah antisipatif, pihak TelkomGroup telah mengaktifkan genset tambahan meskipun dengan kapasitas yang terbatas. Langkah ini diambil sebagai penguatan suplai daya mandiri guna menjaga stabilitas operasional perangkat jaringan yang tersisa, sekaligus mendukung kelancaran proses pemulihan layanan secara bertahap.

Pengerahan tim teknis ke lokasi

Di lapangan, TelkomGroup terus berupaya melakukan langkah percepatan perbaikan infrastruktur yang terdampak. Seluruh tim teknis dan sumber daya yang diperlukan telah dikerahkan secara maksimal agar layanan telekomunikasi dan konektivitas digital bagi masyarakat NTT dapat segera kembali beroperasi normal.

Mewakili manajemen, Rachmad turut menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat musibah alam ini.

"Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengertian dan dukungan yang diberikan selama proses pemulihan berlangsung," jelas Rachmad, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 200 site atau base transceiver station (BTS) mengalami gangguan setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan pemantauan dan pemulihan jaringan telekomunikasi terus dilakukan bersama para operator seluler.

Gempa terjadi pukul 05.58 WITA (04.58 WIB) dengan pusat gempa di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Berdasarkan pemantauan operator telekomunikasi melalui dashboard monitoring hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 site atau BTS teridentifikasi mengalami gangguan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.



(asj/asj)






Hide Ads