20 Tahun APJII, Apa Prestasinya bagi Internet Indonesia?

20 Tahun APJII, Apa Prestasinya bagi Internet Indonesia?

Ardhi Suryadhi - detikInet
Selasa, 17 Mei 2016 15:31 WIB
Ketua APJII Jamalul Izza (Foto: detikINET/Bagus Kurniawan)
Jakarta - Tak terasa, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) baru saja merayakan hari jadinya yang ke-20 pada 15 Mei 2016 kemarin. Setelah dua dekade dilalui, apa kontribusi APJII pada internet Indonesia?

Menurut data APJII, pengguna internet di Indonesia saat ini telah tembus sekitar 100 juta, dengan penetrasi hampir 40% dan Indonesia disebut selalu menjadi lima besar teratas di penggunaan konten global seperti Facebook, Twitter dan lainnya.

"APJII dalam kiprahnya di dunia internet, telah melakukan sejumlah terobosan baik pada fasilitas jaringan, tataran regulation-support maupun advocacy demi terciptanya sinergi antara pemerintah, penyelenggara jasa internet, stakeholders dan masyarakat Indonesia," kata Ketua Umum APJII Jamalul Izza, dalam keterangannya yang diterima detikINET, Selasa (17/5/2016).

Indonesia Internet Exchange (IIX) yang dikelola APJII sejak 20 tahun yang lalu telah bertambah menjadi 12 Node yaitu Medan, Pakanbaru, Batam, Palembang, Bandung, Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Denpasar. IIX Node ini diklaim akan terus bertambah dan ditargetkan pada akhir 2018 akan mencakup setidaknya satu di setiap ibukota provinsi.

Dengan posisinya sebagai operator Jaringan IIX tersebut, APJII berharao jadi mitra strategis bagi pemain konten dan e-commerce lokal maupun global agar konten-konten tersebut dapat lebih mudah dan dicapai oleh pengguna internet.

Terlebih, dengan jaringan IIX ini, APJII siap berperan strategis sebagai mitra pemerintah dalam mencegah merambahnya konten negatif internet ke masyarakat.

"APJII juga dalam tahap finalisasi penggelaran infrastruktur khusus yang akan mampu lebih melindungi intenet Indonesia dari berbagai serangan cyber, yang hari ini terus terjadi tanpa kita sadari, dalam bentuk antara lain virus, malware dan pembanjiran trafik berlebihan," timpal Sekjen APJII Henri Kasyfi.

Dari era awal internet Indonesia, APJII mengklaim telah memiliki peranan penting dalam pendistribusian nomor protokol internet di Indonesia karena ditunjuk oleh Badan Regional Dunia APNIC sebagai National Internet Registry.

Program ke depan APJII dalam area ini adalah percepatan peningkatan penggunaan IPv6 yang salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan keamanan Internet Indonesia.

Jamal menambahkan, dalam merayakan keberhasilan pertumbuhan internet di Indonesia, APJII yang pada ulang tahunnya kali ini mengusung tema 'APJII is for everyone' akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, yang akan diselenggarakan hingga Desember 2016 mendatang, antara lain APJII Golf Tournament, APJII Runners 10K, workshop dan pelatihan serta kegiatan sosial donor darah.

Acara-acara ini diselenggarakan di berbagai wilayah kepengurusan APJII yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun puncak acara 20 tahun APJII ini adalah ajang Indonesia Internet Summit & Expo yang akan diselenggarakan di penghujung tahun. Ajang ini akan menjadi ajang pertemuan seluruh stakeholders internet Indonesia baik dari sisi perangkat, jaringan, konten serta pengguna internet.

Di umurnya yang ke 20 ini, APJII juga telah memutuskan untuk membuka diri ke masyarakat. Keputusan ini dicapai melalui melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa Desember 2015 yang dalam AD/ART-nya menambahkan bahwa APJII untuk membuka keanggotaan bagi masyarakat dan tidak terbatas pada Internet Service Provider saja.

Dengan demikian, seluruh fasilitas APJII tersebut di atas akan dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Anggota baru APJII non-ISP dapat mulai mendaftar dari tanggal 1 Juli 2016.

Dengan demikian, peran APJII tidak saja hanya mengkoordinasikan kepentingan penyedia jasa internet, namun kini akan lebih sinergis antara ISP dengan masyarakat umum, sehingga dapat terbentuk keharmonisan antara bisnis dan kebutuhan masyarakat.

Program dan layanan baru APJII lainnya yang juga menyentuh masyarakat dimana saat ini dalam tahap persiapan antara lain WIFI Nasional dan Cloud Nasional.

"APJII juga sedang menjajaki untuk melakukan peluncuran satelit kecepatan tinggi (high throughput satellite) yang akan digunakan sebagai infrastruktur anggota ISP-nya dalam memberikan layanan akses internet ke seluruh Indonesia. Dalam hal ini APJII bekerjasama dengan Mastel (Masyarakat Telematika) dan satelit ini kelak akan dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia melalui sebuah badan usaha koperasi," tutup Henri. (ash/fyk)