Dengan sifat 'tak mau diaturnya' tersebut, generasi milenial ini diyakini bakal jadi motor revenue dalam perkembangan industri digital.
Menurut Direktur Digital Service XL Axiata Ongki Kurniawan, dominasi generasi milenial ini sudah terendus dari sekarang. Dimana tahun ini secara income di Indonesia sudah menguasai 32%. Sekitar 10 tahun lagi, generasi milenial diperkirakan menguasai 10% dari keseluruhan income.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oh ya, generasi milenial ini sederhananya adalah mereka yang saat ini berumur kurang dari 34 tahun," lanjutnya.
Generasi milenial ini disebut sangat mudah mencerna berbagai perubahan di industri digital. Ibaratnya, mereka sudah terlahir native (melek) teknologi. Bahkan sejak lahir atau di dalam kandungan mereka sudah terekspos dengan teknologi.
Sementara generasi di bawahnya disebut sebagai generasi digital imigrant. "Ya, seperti saya ini masuk dalam kalangan itu," kelakar Ongki, dan disambut tawa audiens yang hadir di jumpa pers peluncuran XL Tribe di Central Park Jakarta, Jumat (18/5/2016).
Berbeda dengan milenial, generasi digital imigrant perlu usaha ekstra dalam mencerna dan menjajal berbagai produk perkembangan digital. "Ibaratnya, kami harus terbata-bata untuk mencernanya. Berbeda dengan native yang bisa lebih cepat," lanjutnya.
Terkait potensi besar dalam kalangan generasi digital ini, XL pun dari jauh-jauh hari sudah menanam bibit bisnis digital mereka agar tak ketinggalan start.
Sebagai bukti keseriusan mereka, pada tahun 2016 ini disiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 10 juta yang sebagian besar ditujukan untuk layanan cloud, konektivitas, platform XL Tunai, Internet of Things serta advertising platform.
Jumlah itu naik hampir 100% dibandingkan capex untuk digital services XL di tahun 2015 yang cuma di angka USD 6 juta.
"Kita bukan optimistis lagi dengan bisnis digital tapi keniscayaan yang memang harus dilakukan," tegasnya.
XL sendiri baru saja meluncurkan layanan film streaming Tribe untuk meramaikan produk digital mereka. Selanjutnya, mereka sudah punya ancang-ancang untuk menyodorkan layanan musik dan game digital sebagai bagian dari digital lifestyle.
"XL ingin dikenal sebagai bagian dari digital lifestyle, musik itu sangat dekat. Jadi musik akan kita keluarkan di Q2. Lalu game, keduanya di platform berbeda," pungkasnya. (ash/yud)