Rabu, 06 Jan 2016 05:05 WIB

Ducting di Jakarta Semrawut, Begini Rencana Ahok di 2016

Danu Damarjati - detikInet
Ahok (ari/detikINET) Ahok (ari/detikINET)
Jakarta - Proyek penataan kabel alias jaringan utilitas terpadu (ducting system) gagal terwujud pada 2015 lalu. Kabel semrawut di tanah itu bahkan bisa mematikan orang bila tergenang air. Kini tahun 2016, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan mencoba merealisasikan proyek itu lagi.

"Ducting tetap kita harus lelang makanya kita harus evaluasi JakPro (PT Jakarta Propertindo)," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/1/2016).

JakPro adalah BUMD yang ditunjuk untuk melaksanakan proyek tahun lalu yang gagal itu maka kini Ahok akan mengevaluasi kegagalan JakPro agar tak terulang lagi di 2016.

Ahok menyatakan proyek ducting sistem 2016 akan dikerjakan oleh Dinas Bina Marga. Pengerjaan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar penataan kabel tak lagi semrawut, termasuk berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"(Koordinasi dengan PLN) Sudah jalan. Kita dengan PLN sangat baik sekarang," kata Ahok.

Semrawutnya kabel di tanah itu memang membahayakan. Diduga, hal inilah yang membuat dua sejoli di Mangga Dua, Jakarta, tewas tersetrum pada 30 Desember 2015 lampau. Namun Ahok enggan berspekulasi soal penyebab tewasnya mereka berdua, apakah gara-gara instalasi listrik PLN atau instalasi listrik Pemprov DKI.

"Saya belum dapat laporan polisi," kata Ahok.

Sebelumnya, Senin (4/1) kemarin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuty Kusumawati menyatakan gagalnya realisasi proyek ducting system tahun lalu itu memang ada di proses pelelangan.

Sebuah barang (proyek) baru dengan teknologi baru tentu perlu penanganan dan peralatan khusus. Kendala itulah yang membikin proyek tak terealisasi tahun kemarin. Untuk tahun ini, Pemprov DKI kembali menganggarkan Rp 100 miliar untuk proyek ducting system.

"Spot-spotnya akan dipilih prioritasnya, dibikin semacam ruang dibeton dengan rapih, dinding-dindingnya ditempeli utilitas," kata Tuti.

(dnu/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed