Saat berbincang dengan detikINET, Rabu (30/12/2015), menteri yang akrab disapa Chief RA itu mengintepretasikan ada dua poin khusus yang harus diwujudkan demi menggapai impian Indonesia yang lebih baik dalam waktu 70 tahun ke depan.
"Teknologi dan infrastruktur. Memang statement-nya umum strategis. Tapi ICT itu masuk di dasar poin ke-3 dan ke-5 untuk mencapai tujuan ke-1, ke-2, ke-4, ke-6, dan ke-7," demikian jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tulisan tangan Jokowi itu dimasukan ke kapsul waktu yang akan dibuka 2085 mendatang. Berikut tujuh poin tulisan tangannya yang ditulis langsung, lengkap dengan torehan tanda tangan dan lokasinya di Merauke.
1. Sumber daya manusia Indonesia yang kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia
2. Masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius, dan menjunjung nilai-nilai etika
3. Indonesia menjadi pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia
4. Masyarakat dan aparatur pemerintah yang bebas dari perilaku korupsi
5. Terbangunnya infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia
6. Indonesia menjadi negara yang mandiri dan paling berpengaruh di asia pasifik
7. Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia
Seperti dimaksudkan Rudiantara, kedua poin yang jadi arahan Jokowi kepadanya adalah menjadikan Indonesia pusat teknologi dunia serta terbangunnya infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia.
"Infrastruktur yang biasa dikenal masyarakat saat ini antara lain jalan tol, listrik, ataupun tol laut. Padahal, broadband itu, khususnya Palapa Ring, adalah infrastruktur tol informasi," papar menteri urusan ICT itu.
Untuk mewujudkan impian Indonesia dalam hal pembangunan infrastruktur yang merata serta menjadikannya pusat teknologi dunia, diperlukan juga kerja sama strategis dengan para pemain global. Salah satunya Google.
Saat bertemu dengan co-founder Google, Sergey Brin, Menkominfo juga menyampaikan rencananya untuk memajukan digital ekonomi nasional agar Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Untuk mewujudkan mimpi itu, salah satunya dengan menciptakan 1.000 teknopreneur sampai tahun 2020. Di sinilah Google dapat berperan untuk menciptakan bibit-bibit (seed) startup sehingga mereka dapat menjadi teknopreneur.
Sergey sendiri mengaku sangat mendukung hal ini dan akan menambah target program pengembangan teknopreneur di Indonesia. Mereka juga membahas mengenai Project Loon dan aspek teknis yang diperlukan termasuk kebutuhan spektrum frekuensi untuk backhaul.
Menkominfo menambahkan bahwa Loon merupakan sisi pemenuhan akses dan bagus untuk wilayah rural. Sergey juga menanggapi bahwa dengan kondisi geografik Indonesia Loon sangat sesuai, bisa menjangkau luas area permukaan dengan diameter 80 km.
Google Loon Project akan diadakan trial selama tahun 2016 di Indonesia bekerja sama dengan tiga operator selular di pita frekuensi 900 MHz yang telah dialokasikan kepada operator selular tersebut yaitu Telkomsel, Indosat dan XL Axiata.
Telah diidentifikasi beberapa lokasi di daerah rural untuk menyediakan solusi layanan 4G broadband di daerah rural dengan solusi ini, menggunakan handset 4G yang ada di pasaran.
Google dalam proyek ini hanya berperan sebagai penyedia teknologi tower dan eNodeB (BTS) di angkasa. Dalam pertemuan itu, Rudiantara dan Sergey juga mendiskusikan Google Fiber Project. Menurut menteri, Indonesia akan serius menata fixed broadband mulai 2016 nanti.
Inisiatif Google Fiber itu juga tengah dipelajari Kominfo untuk pembangunan fixed broadband dan Palapa Ring, dimana terjadi kerjasama yang sangat baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan penyelenggara ICT termasuk Google dengan prinsip-prinsip open access, non diskriminatori serta partisipasi semua stakeholder, kemudahan 'right of ways' serta manfaat layanan fixed broadband bagi masyarakat setempat.
"Kominfo ingin mempelajari model kerjasama seperti Google Fiber tersebut untuk dapat dijadikan salah satu referensi percepatan pembangunan fixed broadband di Indonesia," pungkasnya.
(rou/ash)