Menurut Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, layanan voice dan SMS terbukti masih bisa tumbuh pada tahun ini. Ririek berharap kedua layanan ini tetap dapat tumbuh pada 2016.
Pun demikian Ririek mengakui kalau lambat laun layanan voice dan SMS pasti akan melambat pertumbuhannya, bahkan cenderung menyusut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telkomsel sendiri saat ini tengah getol menggeber yang namanya Mobile Financial System (MFS). Salah satu produknya adalah T-Cash, layanan ini memungkinkan pengguna melakukan pembayaran menggunakan ponselnya.
Jaringan yang digunakan memang berbasis data, tapi untuk wilayah yang jaringan datanya minim, Telkomsel akan mempercayainya pada layanan SMS.
Bukannya tanpa alasan, Ririek mengatakan karena 95% populasi Indonesia saat ini terjangkau oleh jaringan 2G. Sehingga jalur SMS menjadi masuk akal, mengingat coverage yang sangat luas ketimbang jaringan data.
"Banyak yang belum terjangkau (jaringan data), misalnya remote area. Oleh karena itu mobile banking (MFS-red) bisa lewat jalur SMS untuk yang di jaringan 2G, yang sekarang telah cover lebih dari 95% populasi," kata Ririek.
Alasan Telkomsel yang ingin serius menggarap layanan MFS dikatakan Ririek karena pemilik akun bank di Indonesia masih kecil. Pasalnya, tak banyak bank yang mau menempatkan cabangnya di wilayah-wilayah pelosok.
MFS jadi jawaban yang paling masuk akal, karena penggunanya tak perlu repot-repot ke bank untuk menyetor atau mengambil uang. e-Money memungkinkan penggunanya bertransaksi atau mencairkan uang di manapun di merchant-merchant yang mendukungnya, hanya dengan syarat ter-cover layanan SMS.
"Tak banyak bank yang mau buka cabang di daerah pelosok. Kalau pun ada lokasinya terbatas di wilayah tertentu, sehingga kadang nasabahnya benar-benar harus meluangkan waktu kalau mau melakukan transaksi perbankan. MFS jadi solusi yang paling masuk akal untuk masalah ini,β pungkas Ririek.
(yud/rns)