Isu seputar 5G menjadi pembahasan dalam forum yang digagas oleh ZTE dan Masyarakat Telematika (Mastel) di hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (19/11/2015). Selaku salah satu penyedia infrastruktur jaringan, ZTE menilai 5G dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
"ZTE berinisiatif untuk memfasilitasi diskusi antara para pelaku bisnis telekomunikasi dan pemerintah untuk membahas teknologi terbaru, yaitu jaringan 5G. Kami berharap dapat tercipta pemahaman yang mendalam mengenai teknologi 5G, tantangan yang ada, dan solusi yang dapat dilakukan untuk mempercepat penerapannya di Indonesia,β ujar President Director PT ZTE Indonesia Mei Zhonghua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bicara mengenai jaringan 5G, ZTE sendiri telah memulai penelitian terhadap teknologi ini sejak 2009. Dan di bulan November 2014, ZTE telah menggelar tes komersial pendahuluan pertama di dunia pada BTS Massive MIMO dan implementasi kosep pre 5G.
βMassive MIMO ini memungkinkan operator untuk memenuhi tuntutan layanan data yang sangat besar dengan situs dan spektrum yang ada,β papar Mei.
Sementara itu Ketua Mastel Kristiono mengatakan bahwa 5G paling cepat baru bisa diterapkan lima tahun mendatang.
"Sekarang kita masih membangun infrastruktur 4G. Untuk generasi kelima ini saya kira tidak perlu terlalu cepat," papar Kristiono di kesempatan yang sama.
Selama menuju lima tahun mendatang, ada beberapa hal yang sebaiknya harus dipersiapkan oleh akademisi, praktisi, dan pemerintah. Salah satunya adalah forum tetap yang membahas mengenai 5G, entah itu bisnis modelnya, regulasi, maupun ekosistem.
(ash/ash)