β
President Director & CEO Indosat Alexander Rusli mengungkapkan pemicu kerugian perseroan adalah rugi selisih kurs hingga kuartal ketiga 2015 sebesar Rp 2,328 triliun melesat dibandingkan periode sama tahun lalu yang juga rugi kurs sebesar Rp 146,7 miliar.
β
"Kalau dari sisi operasional, kinerja Β kami mengalami pertumbuhan," ungkapnya dalam pertemuan terbatas dengan sejumlah media di kantor pusat Indosat, Jakarta, Jumat (6/11/2015).β
Diungkapkannya, pendapatan Indosat sepanjang sembilan bulan pertama 2015 sebesar Rp 19,581 triliun atau naik 10,5% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 17,717 triliun.
β
Pasokan pendapatan berasal dari layanan seluler sebesar Rp 15,991 triliun atau naik 11,9% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 14,29 triliun. Pasokan lain berasal dari layanan non seluler sebesar Rp 3,58 triliun atau naik 4,8% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,4 triliun.
β
Layanan seluler Indosat terlihat menguat sepanjang sembilan bulan pertama dimana meraih 69 juta pelanggan naik27,3% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 54,2 juta pelanggan.
Average revenue per user (ARPU) dari pelanggan seluler Rp 25,4 ribu dengan average revenue per minute (ARPM) Rp 143. Layanan seluler didukung sekitar 46.196 site BTS hingga kuartal ketiga 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
β
Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) sepanjang sembilan bulan pertama 2015 sebesar Rp 8,567 triliun atau naik 12,8% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,593 triliun. EBITDA margin Indosat berada di Β kisaran 43,8%.β
(rou/rns)