Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft Ancam Gugat OpenAI Karena Pelanggaran Kontrak

Microsoft Ancam Gugat OpenAI Karena Pelanggaran Kontrak


Virgina Maulita Putri - detikInet

BARCELONA, SPAIN - MARCH 06: People walks near at Microsoft venue at Mobile Congress 2025 on March 06, 2025 in Barcelona, Spain. The Mobile World Congress 2025 has seen its best attendance figures since the pandemic, with around 109,000 attendees. Artificial Intelligence was the most important topic during the congress, with 2,900 exhibiting companies, in addition to new developments and technological innovations. (Photo by Eric Alonso/Getty Images)
Foto: Getty Images/Eric Alonso
Jakarta -

Hubungan Microsoft dan OpenAI sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Microsoft kabarnya sedang mempertimbangkan mengambil tindakan hukum terkait kesepakatan baru OpenAI dengan Amazon yang berpotensi melanggar perjanjian cloud eksklusif.

Perselisihan antar tiga raksasa teknologi ini bermula dari kesepakatan antara OpenAI dan Amazon senilai USD 50 miliar. Lewat kesepakatan ini, OpenAI ingin menawarkan produk komersial terbarunya, yang dikenal dengan nama Frontier, di Amazon Web Services.

Namun, hal ini berpotensi melanggar perjanjian OpenAI dengan Microsoft yang mewajibkan semua model AI buatan OpenAI hanya tersedia lewat platform cloud Azure. OpenAI dan Microsoft belum lama ini mengumumkan bahwa Azure tetap akan menjadi penyedia cloud eksklusif untuk API OpenAI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami yakin OpenAI mengerti dan menghormati pentingnya memenuhi kewajiban hukum ini," kata juru bicara Microsoft, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/3/2026).

Berdasarkan laporan Financial Times, Amazon dan OpenAI mengatakan mereka sedang membangun sistem yang dapat mengakali kontrak tersebut. OpenAI juga meyakini rencananya dengan Amazon kompatibel dengan perjanjiannya dengan Microsoft.

ADVERTISEMENT

Namun, eksekutif Microsoft meyakini pendekatan yang diambil OpenAI tidak mungkin dilakukan dan berpotensi melanggar perjanjian. Kedua perusahaan saat ini sedang berdiskusi untuk menyelesaikan perselisihan tersebut tanpa menempuh jalur hukum.

"Kami tahu kontrak kami," kata seseorang yang familiar dengan posisi Microsoft.

"Kami akan menuntut jika mereka melanggarnya. Jika Amazon dan OpenAI ingin bertaruh pada kreativitas pengacara kontrak mereka, saya akan mendukung kami, bukan mereka," sambungnya.

Microsoft merupakan salah satu investor awal di OpenAI. Perusahaan besutan Bill Gates ini menyuntikkan dana sebesar USD 1 miliar pada tahun 2019 dan USD 10 miliar pada awal tahun 2023.

Pada Desember 2025, Microsoft dan OpenAI menandatangani perjanjian tidak mengikat berdasarkan ketentuan kontrak baru, yang membuka jalan bagi OpenAI untuk bekerja sama dengan SoftBank, Nvidia, dan Amazon.




(vmp/vmp)




Hide Ads