Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Balon Google Dites Setahun di Indonesia

Balon Google Dites Setahun di Indonesia


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Balon internet Google (ash/detikINET)
Jakarta - Uji coba Project Loon alias balon internet milik Google bersama tiga operator seluler Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, akan berlangsung sejak awal 2016 hingga akhir tahun.

"One year, starting from the first quarter," singkat President Director & CEO Indosat Alexander Rusli tentang durasi uji coba balon Google tersebut, saat ditemui di kantor pusat Indosat, Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Indosat, menurutnya, saat ini masih membahas tentang teknis uji coba itu bersama Google, termasuk daerah mana di kawasan timur Indonesia yang akan dites untuk penyebaran akses internetnya lewat balon udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Daerahnya belum fix karena antar tiga operator ini kan maunya daerah yang sama, harusnya daerahnya berbeda-beda," ujarnya.

Orang nomor satu Indosat ini juga mengakui, banyak yang masih menyangsikan keberhasilan dari proyek uji coba ini.

"We want the solution suceed juga. Tapi banyak yang masih skeptikal terhadap reliability dari technical solution-nya. It's not a simple matter, agak kompleks teknisnya. Soalnya ini kan baru pertama kali, belum pernah dites sebelumnya ," papar Alex, panggilan akrabnya.

Mike Cassidy, Vice President Project Loon sebelumnya pernah mengindikasikan, balon Google tak hanya akan berhenti sampai uji coba saja. Ia berharap, balon ini masih akan terus terbang di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

"Dalam beberapa tahun ke depan kami berharap Loon bisa membantu memberikan koneksi internet cepat LTE yang bisa menjangkau lebih dari 100 juta rakyat Indonesia," tulis Cassidy dalam blog resmi Google.

Akses internet cepat ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengakses bermacam informasi yang tak terbatas, baik edukasi, budaya maupun bermacam kesempatan bisnis.

Menurut Google, saat ini di Indonesia hanya satu dari tiga orang yang menggunakan internet dan kebanyakan menggunakan koneksi internet yang tergolong lambat. Penyebabnya adalah banyak orang yang tinggal di tempat-tempat yang tak mempunyai infrastruktur internet.

Menurut Cassidy, hal itu wajar saja. Dengan negara yang berbentuk kepulauan seperti Indonesia, sangat sulit untuk menggelar jaringan kabel optik ataupun membangun BTS. Di sinilah Loon punya peran penting, dimana balon ini akan berfungsi layaknya BTS operator.

"Vendor BTS Indosat kan ada Nokia, Ericsson, dan Huawei. Dan sekarang, ini sama seperti kita sewa peralatan (BTS di udara) ke Google saja. Tapi frekuensinya (di 900 MHz), tetap punya kita," pungkas Alex Rusli.

(rou/ash)





Hide Ads