Tak sekadar perusahaan digital biasa, tapi mereka mau jadi raja digital di Indonesia, baik itu di laut, di darat, maupun dan di udara.
Menurut Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin, langkah transformasi itu dilakukan karena tak pernah mau berpuas diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βIni belum bikin kami puas. Karena kami bukan walking dead giant. Kita terus transformasi dari telko menjadi digital company. Kita ingin tembus 500 Global Brand versi Brand Finance. Itu syaratnya minimal tembus brand value USD 3,7 miliar,β ungkap Awaluddin di Jakarta, Jumat (23/10/2015).
Ia menambahkan, kepercayaan stakeholder terhadap perusahaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan brand yang menjadi merek dagang Telkom.
Brand, kata pria berkumis ini, merupakan representasi kualitas yang diharapkan stakeholder terhadap suatu produk atau layanan. Bagi Telkom, membangun merek merupakan pekerjaan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.
Telkom pun, lanjutnya, senantiasa melakukan inovasi untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan yang diberikan.
βSalah satu yang sedang dilakukan saat ini Telkom sedang berupaya menjadi King of Digital, raja digital di darat, laut dan udara melalui infrastruktur dan layanan information and communication technology. Aspek ini diharapkan menjadi faktor kuat yang akan menambah kepercayaan dan kesetiaan masyarakat terhadap Telkom,β tambah Awaluddin.
Dalam peringkat Indonesiaβs Top 100 Most Valueable Brands, untuk industri telekomunikasi, merek Telkom menduduki posisi pertama dengan mencatat nilai merek USD 2,81 miliar.
Hal ini ada peningkatan, naik 46% dibanding nilai sebelumnya pada tahun 2014 yakni sebesar USD 1,9 miliar. Dengan posisi ini berarti peringkat Telkom naik dari AA ke AA+.
Sementara dalam Brand Finance Telecoms 500 atau 500 merek perusahaan telekomunikasi sedunia dengan nilai tertinggi, posisi Telkom naik dari posisi 59 ke 51.
(rou/ash)