Demikian diungkap Direktur Kepala Program Elektronifikasi dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia, Pungky P. Purnomo, yang mengakui sektor e-money terus mengalami pertumbuhan pesat setiap tahunnya.
Pungky menyebutkan berdasarkan data yang dihimpun oleh Bank Indonesia, pertumbuhan sektor penggunaan uang elektronik itu secara year-on-year tumbuh hingga 200% dibandingkan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan, pertumbuhan drastis pengguna e-money karena seiring tumbuhnya industri e-commerce, dimana anak muda sering memanfaatkan uang elektronik tersebut untuk berbelanja secara online.
"Beberapa tahun lalu e-money memang sudah ada, tapi masyarakat baru aware akan e-money ketika ada e-commerce dan online payment. Banyak anak muda yang akhirnya menggunakan e-money," imbuhnya.
Menurut pada data dari Bank Indonesia, pada tahun 2013 lalu total transaksi melalui e-money di Indonesia mencapai angka Rp 2 triliun. Setahun berikutnya di 2014, jumlah tadi meningkat sebesar 29%.
Dengan semakin banyaknya penyedia layanan e-commerce di Indonesia dan makin banyaknya transaksi, Pungky yakin e-money makin menggeliat. Apalagi untuk metode pembayarannya semakin banyak pilihan, salah satunya lewat T-cash.
"Itu sebabnya, di tahun 2015 ini, Bank Indonesia kembali mendorong penggunaan transaksi uang elektronik agar ada peningkatan sebesar 2,4% dalam perhitungan GDP," pungkasnya.
(rou/ash)