Bisnis musik digital, khususnya yang berbasis streaming sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun belakangan, model bisnis jualan lagu ini semakin menjamur dengan banyaknya pemain yang menawarkan layanan sejenis.
Spotify, Deezer, dan yang paling baru tentulah Apple Music. Telkomsel dengan LangitMusik-nya ternyata tak gentar menghadapi persaingan dengan penyedia-penyedia layanan dari luar negeri itu.
"Kalau boleh dibilang, LangitMusik itu gak ada saingannya. Coba, mana ada aplikasi yang ada lirik lagunya?" ujar Aris Sadewo, GM Digital Lifestyle Marketing Telkomsel kepada detikINET selepas peluncuran LangitMusik di Loop Station Mahakam, Jakarta, Selasa (8/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun dilihat dari segi harga, tarif yang ditawarkan oleh Telkomsel diklaim juga lebih murah dibanding layanan sejenis, yaitu Rp 11 ribu tiap bulannya. Sebagai perbandingan, Apple mematok tarif Rp 70 ribu tiap bulannya untuk Apple Music. Sedangkan Spotify -- tak tersedia secara resmi di Indonesia -- memasang tarif USD 10 atau sekitar Rp 140 ribu (USD 1 = Rp 14.000).
Dan Telkomsel tak memungut biaya tambahan untuk data internet yang dipakai di LangitMusik, alias tak akan memotong paket data internet ataupun pulsa pengguna.
"Ini bukan tarif promo ya, karena dari tahun 2009 juga memang segini tarifnya. Biar jadi diferensiasi dibanding yang lain, dan untuk saat ini belum ada rencana menaikkan tarif," tambah Aris.
Para artis pun diklaim tak masalah dengan tarif yang murah ini. "Buat mereka, lebih baik murah daripada dibajak. Nggak cuma artis lokal kok, yang artis luar juga gak masalah dengan tarif seperti ini," tandas pria asal Bandung ini.
Sementara menurut T. Ferdi Febrian, General Manager Digital Music Telkomsel, pihaknya punya bisnis model khusus untuk hal ini. "Kami lihat kemampuan konsumen, dan ada strategi khusus untuk para stake holder, termasuk label dan artis, pokoknya win-win deh," ujarnya.
Sejak bulan Februari 2015 hingga sekarang, jumlah pengguna LangitMusik mencapai 140 ribu pengguna, baik berbayar maupun yang gratis. Dan Telkomsel menargetkan pada akhir tahun 2015 ini jumlah penggunanya bisa menyentuh angka 500 ribu.
(asj/ash)