Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ponsel 3G di Bawah Rp 500 Ribu Rayu Pelanggan 2G

Ponsel 3G di Bawah Rp 500 Ribu Rayu Pelanggan 2G


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Peluncuran 4G Telkomsel di Makassar.
Makassar - Rencana pemerintah untuk menekan peredaran ponsel 2G only di Indonesia ternyata sejalan dengan strategi Telkomsel. Anak usaha Telkom ini juga berniat mendorong pelanggan di 1.800 MHz agar pindah dari 2G ke 3G, atau bahkan 4G.

"Kami ada program migrasi dari 2G ke 3G. Proyeksinya tiga juta pelanggan. Ini karena 4G sudah jalan di 1.800 MHz," kata Mas'ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel di kantor Telkomsel area Pamasuka, Senin (6/7/2015).

Agar tiga juta pelanggan itu tertarik pindah dan meninggalkan handset 2G only miliknya, Telkomsel akan bekerja sama dengan sejumlah vendor untuk menyediakan ponsel 3G dan ponsel 4G murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan tawarkan bonus pulsa sebagai diskon handset agar 2G kita swap ke 3G maupun 4G. Harapannya nanti ponsel 3G harganya bisa di bawah Rp 500 ribu dan ponsel 4G bisa di bawah Rp 1 juta," lanjut mantan bos Flexi itu.

Dari total 142 juta pelanggan Telkomsel secara nasional, pelanggan 2G masih mendominasi dengan angka 80 juta. Sementara pengguna 3G baru sekitar 60 juta, dan sisanya 4G.

Dalam kesempatan peluncuran 4G Telkomsel di Makassar, Dirjen Penyelenggaraan Pos Informatika Kementerian Kominfo Kalamullah Ramli juga menyampaikan rencananya untuk mendorong masyarakat agar berpindah dari teknologi 2G.

Langkah itu salah satunya melalui Peraturan Menteri yang tengah digodok bersama operator dan Kementerian Perdagangan. Cara lainnya, dibiarkan terjadi secara alamiah agar perlahan spektrum 2G yang saat ini masih digunakan oleh 60% penduduk Indonesia bisa lebih lega dan bisa lebih dimanfaatkan untuk akses data.

"Karena selain ponsel baru yang produksi 2G only sudah berkurang dan sudah mulai beralih ke 3G dan 4G, tapi anak-anak generasi muda sekarang juga mulai beralih ke data semua, jadi kita butuh di atas 2G," papar dirjen yang akrab disapa Profesor Muli itu.

(rou/ash)




Hide Ads