Dengan VoLTE, pengguna bisa melakukan panggilan melalui jaringan LTE. Di samping tidak memakan biaya yang besar, suara yang dihasilkan juga jernih.
Begitu pula dengan RCS yang baru saja diumumkan oleh XL beberapa waktu lalu. Layanan ini malah memungkinkan tak hanya melakukan panggilan suara, tapi juga berbagai macam aktivitas komunikasi, seperti video call dan pesan instan melalui jaringan LTE.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"XL RCS lebih berpotensi untuk percepatan adopsi ketimbang VoLTE. Kalau VoLTE, banyak yang harus dimiliki oleh pengguna untuk bisa menikmati layanan tersebut, semisal handset yang memadai," papar Ongki di Islamic Center, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/7/2015).
Sedangkan, lanjut Ongki, handset yang mendukung pun saat ini masih sedikit dan kebanyakan premium, seperti iPhone 6 dan Galaxy S6. Tak hanya itu, kartu uSIM yang dipakai pun harus khusus.
"Maka dari itu, kami lebih memilih untuk menekan pengembangan dari XL RCS ini ketimbang menyediakan layanan yang tidak semua kalangan bisa memakainya," tambahnya.
XL RCS ini sendiri merupakan hasil kerjasama XL dengan perusahaan network asal Tiongkok, Huawei. Bila diperhatikan, aplikasi ini mirip dengan layanan OTT (Over The Top), semisal WhatsApp dan Facebook.
Pun begitu, Ongki mengklaim jika XL RCS memiliki jaringan yang lebih stabil ketimbang WhatsApp. Nantinya XL berencana melepas RCS untuk publik di tahun 2016, khususnya jika layanan 4G LTE sudah luas cakupannya.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat saat ini lebih gemar melakukan panggilan melalui data. XL pun mencatat jika revenue terbesar yang dihasilkan adalah melalui data, yakni sebesar 30%. Jumlah yang besar dibanding operator lain.
(ash/ash)