Padahal faktanya tidak demikian. Telkom pun menangkis mentah-mentah tudingan tersebut sembari menegaskan bahwa data center dan disaster recovery center (DRC) dari pelanggan pemerintah yang dikelola Telkom seluruhnya dilaksanakan di Indonesia.
Dalam penjelasannya, Telkom mengungkapkan bahwa data center di Jurong, Singapura, yang dinamakan Telin-3 ini akan melengkapi dua data center yang telah dimiliki Telin Singapore sebelumnya di Changi dan Tai Seng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga data center tersebut sepenuhnya dimiliki oleh Telin Singapore. Pelanggan data center yang dikelola oleh Telin Singapore adalah perusahaan di Singapura (74%) serta sisanya adalah perusahaanβperusahaan multinasional dari kawasan regional dan global.
Telin-3 dirancang untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan layanan data center premium, tidak hanya di Singapura namun juga untuk kawasan regional dan global market dimana Telin Singapore akan berperan sangat penting dalam menyediakan layanan konektivitas telekomunikasi global yang dapat diandalkan, aman dan stabil. Fasilitas ini dibangun untuk memenuhi desain Multi-Tier dan dapat beroperasi secara optimal.
Menurut Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo, layanan data center Telin Singapore memang ditujukan hanya untuk menyasar perusahaan-perusahaan global yang berbasis di Singapura. βTelin-3 yang dibangun dan dua data center lainnya ditujukan untuk menggaet perusahaan Singapura dan perusahaan multinasional yang ada Singapura,β ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2015).
Selanjutnya, Arif menambahkan, sementara untuk data center dan disaster recovery center (DRC) dari pelanggan pemerintah yang di-handle Telkom dilaksanakan di Indonesia melalui entitas anaknya, Telkomsigma. Sehingga tidak ada data pemerintah yang ditempatkan di Singapura karena semuanya dikelola dan dioperasikan oleh Telkomsigma di Indonesia.
Telkomsigma telah memiliki tiga data center yang beroperasi secara aktif, yakni di Serpong, Sentul dan Surabaya. Sementara itu, Telkomsigma juga sedang membangun data center di beberapa kota, salah satunya di Balikpapan.
βUntuk project pemerintah, semuanya dikelola Telkomsigma di Indonesia. Sehingga ini merupakan dua hal yang berbeda. Tidak ada sama sekali data pemerintah Indonesia yang ditempatkan di Singapura. Sementara itu, hingga saat ini Telkom tidak mengelola data center untuk Badan Cyber Nasional,β jelas Arif.
Telkom bersama Singapore Telecommunication Limited (SingTel) telah menyepakati pembentukan joint venture (perusahaan patungan) yang direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2016. Project joint venture ini merupakan project yang berbeda dan tidak ada kaitannya dengan pembangunan data center Telin-3, Jurong di Singapura.
βPerusahaan patungan yang beroperasi di Indonesia ini bergerak dalam penyediaan aplikasi bagi perusahaan komersil dan public utilities. Sementara untuk data center, akan menggunakan data center Telkom di Indonesia yang dikelola Telkomsigma, yang saat ini sudah mencapai sekitar 55.000 meter persegi. Bahkan pada akhir 2015, ditargetkan data center Telkom dapat mencapai kapasitas sebesar 100.000 m2,β pungkas Arif.
(ash/ash)