Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
T-Drive, Asisten Pintar Pengemudi

T-Drive, Asisten Pintar Pengemudi


Ardhi Suryadhi - detikInet

Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah meluncurkan T-Drive
Bali - Telkomsel terjun ke industri otomatif. Eitts, tunggu dulu, namun bukan dengan memproduksi sebuah mobil, melainkan coba memeriahkan geliat industri otomotif dengan kehadiran pendamping pintar T-Drive.

T-Drive merupakan aplikasi M2M (Machine to Machine) di bidang otomotif yang dapat digunakan untuk menganalisa driving performance, real time engine data serta memberikan alert dan mengedukasi pelanggan.

Alfian Manullang, General Manager M2M Product Development Telkomsel menjelaskan, T-Drive ditujukan sebagai pendamping pengendara yang cerdas atau bahasa kerennya, intelligent driving assistant. Cara kerjanya tinggal colok seperti USB pada bagian bawah dashboard, dan sudah bisa digunakan pada mobil di atas tahun 2000.

T-Drive disebut sebagai pionir layanan di segmen otomotif yang berbasis teknologi OBD II dengan support Android dan IOS dan diklaim dapat memberikan manfaat kepada pelanggan ketika melakukan perjalanan mudik.

"T-Drive punya tiga fungsi utama: keamanan, kenyamanan dan penghematan," kata Alfian di sela drive test jaringan Telkomsel di Bali.

Adapun fitur utamanya berupa:
-. Mengetahui lokasi kendaraan baik saat parkir maupun perjalanan.
-. Evaluasi perilaku mengemudi atas setiap kejadian seperti pengereman mendadak, akselerasi mendadak, belok yang tajam, sehingga lebih nyaman bagi penumpang.
-. pelaksaan service berkala yang tepat waktu.
-. Informasi dan diagnosa mesin dan status baterai/aki.

"Dengan memberikan evaluasi T-Drive juga memberikan nilai tentang cara mengemudi kita, termasuk memberikan saran kalau nilai kita jelek. Sehingga dengan menghindari perilaku mengemudi yang buruk kita dapat menghemat bahan bakar. Sebab menurut survei, dengan cara mengemudi yang baik kita bisa menghembat bahan bakar sampai 30%," Alfian menjelaskan.

Diagnosa mesin dan status aki yang dipaparkan T-Drive juga disebut sebagai wanti-wanti sebelum mobil mogok kepada pengemudi.

"Penggunaan alat ini mudah, tinggal plug and go dan tidak merusak warranty. Karena tak sampai memutus kabel, tinggal colok seperti USB," lanjutnya.

Hanya saja, belum disebutkan berapa harga alat ini saat dijual ke pasaran. Sebab, model bisnis yang digunakan masih B2B2C. Jadi Telkomsel melakukan penjajakan lewat dealer, baru dari dealer yang akan meneruskannya ke konsumen. "Saat ini kita sudah mau MoU dengan satu dealer, nanti akan dikabari lebih lanjut," tutup Alfian.

(ash/rou)





Hide Ads