Hal ini punya arti penting bukan hanya bagi pengembangan bisnis grup usaha Telkom, melainkan juga tanda sebuah capaian prestasi yang patut diapresiasi. Karena ternyata, tak mudah untuk bisa mengeksekusinya.
"Karena memperoleh izin mendirikan data center di Jurong ini bukan hal mudah. Kami melalui penyaringan yang ketat dan bersaing dengan penyedia jasa di bisnis serupa dengan kami," tutur CEO Telin Singapura Septika N Widyasiriniβ βdi Jurong, Singapura.
Bisa dianggap prestasi, sambung dia, karena Telin Singapura harus melalui proses tender untuk bisa membangun dan mengelola data centerβ yang areanya dimiliki oleh Infocomm Development Authority of Singapore (IDA) ini.
"Di Singapura itu pasarnya kecil. Menyebabkan persaingan sangat ketat. Kalau persaingan ketat otomatis yang diadu itu kualitas. βKalau kualitas kita nggak bagus, nggak mungkin kita bisa masuk," tegas dia.β
Untuk membangun fasilitas data center ini, Telin Singapura menyiapkan anggaran USD 115 juta yang bersumber dari kombinasi kas internal dan suntikan modal dari induk usaha.
Telin Singapura adalah anak usaha Telin yang merupakan anak usaha Telkom yang sengaja dibentuk untuk menggarap ekspansi dan perluasan jaringan bisnis telekomunikasi di luar Indonesia.
Selain Telin Singapura, Telin Juga memiliki beberapa anak usaha lain di antaranya Telin Taiwan, Telin Hong Kong, Telin Malaysia, Telin Timor Leste, Telin Myanmar, Telkom Australia, Telkom USA, dan Telin Arab Saudi.
(dna/rou)