4K TV Jagoan Baru Triple Play Indihome

4K TV Jagoan Baru Triple Play Indihome

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Selasa, 19 Mei 2015 07:55 WIB
Jakarta - Telkom tak lama lagi akan menghadirkan layanan 4K TV yang disiapkan menjadi salah satu fitur jagoan di produk triple play IndiHome.

“Pelanggan Indihome Fiber di Indonesia akan segera dapat menikmati layanan 4K TV. Ini adalah tren teknologi yang paling banyak dibicarakan dunia, dan Telkom akan membawanya ke rumah pelanggan,” ungkap Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan, dalam keterangannya, Selasa (19/5/2015).

Diungkapkannya, Telkom akan bekerjasama dengan penyedia Set Top Box dan konten untuk memberikan layanan televisi berkualitas 4K kepada pelanggan Indihome Fiber.

Penyedia Set Top Box dan content akan mengintegrasikan layanan mereka dengan platform IPTV yang digunakan Telkom sebagai operator Internet Protocol TV (IPTV) pertama di Indonesia. Perangkat yang disediakan nantinya berupa Hybrid STB yang dilengkapi sistem operasi Android agar pelanggan IndiHome akan dapat menikmati layanan 4K serta banyak konten dan aplikasi berbasis Android.

Nantinya, pelanggan Indihome bisa menikmati layanan IPTV secara seamless melalui televisi, personal computer, tablet, maupun smartphone. Ini akan membuat layanan IPTV pada Indihome akan bisa dinikmati oleh pelanggan di mana pun pelanggan berada.

Untuk diketahui, menurut Digital Cinema Initiatives, istilah 4K merujuk teknologi yang mampu menampilkan resolusi layar sebesar 4096 x 2160 pixel. 4K merepresentasikan resolusi horizontal sebesar 4096. Resolusi ini berarti 4 kali lebih besar dari resolusi Full HD yang saat ini banyak ditemukan di pasar.

Full HD mempunyai resolusi sebesar 1920 x 1080 pixel. 4K TV juga lebih tinggi dari Ultra HD TV yang mempunyai resolusi sebesar 3840 x 2160 pixel.

Resolusi yang sangat tinggi menyebabkan televisi 4K biasanya disediakan oleh produsen televisi dalam layar dengan ukuran yang besar. Televisi dengan ukuran layar yang kecil kurang bisa menunjukkan kelebihan teknologi 4K terutama pada kemampuannya menampilkan detail dan ketajaman gambar pada tampilan yang besar. Biasanya televisi 4K disediakan pada ukuran 49 inchi, 55 inchi atau lebih besar.

Makin tingginya resolusi TV tersebut menunjukkan tingkat detail yang mampu ditampilkan di layar TV akan semakin tinggi, sehingga gambar tampak makin tajam dan semakin memanjakan mata dari para penonton televisi tersebut.

Tetapi teknologi ini tidak hanya tentang perangkat televisi yang digunakan tetapi juga tergantung kepada kualitas konten atau tayangan yang ditampilkan serta infrastruktur yang digunakan dalam menyalurkan konten atau tayangan televisi sampai kepada pelanggan atau penonton televisi.

Mengingat kebutuhan resolusi yang sangat tinggi, maka 4K TV bisa dinikmati secara optimal apabila pelanggan juga menggunakan televisi dengan kualitas 4K serta akses broadband atau pita lebar dengan kecepatan minimal 50 Mbps.

“IndiHome Fiber kecepatannya diatas 50 Mbps. Saat demo komersial 4K TV menggunakan Indihome Fiber pada minggu pertama bulan Mei ini, semua berjalan mulus. Tunggu saja nanti kehadiran layanan ini,” pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, Indihome adalah layanan dari Telkom yang memberikan gratis panggilan lokal dan interlokal selama 1000 menit per bulan, akses internet kecepatan tinggi sampai dengan 100 Mbps dan TV interaktif dengan harga yang lebih hemat.

Sementara Indihome Fiber berarti layanan Indihome diberikan kepada pelanggan dengan menggunakan jaringan fiber optik 100%. Layanan TV interaktif berbasis teknologi IPTV pada Indihome mempunyai banyak kelebihan dibandingkan siaran TV biasa, antara lain TV On Demand, Video On Demand serta kemampuan Pause dan Rewind saat tayangan berlangsung.

TV On Demand memungkinkan pelanggan bisa menonton tayangan televisi yang sudah lewat sampai dengan 7 hari sebelumnya. Sehingga memberi kebebasan penonton untuk menentukan sendiri waktu yang akan digunakan untuk menonton tayangan televisi.

Saat ini cakupan layanan Indihome Fiber telah mencapai 160 kota di Indonesia yang terdiri dari 60 kota besar dan 100 kota lainnya. Luas cakupan layanan di masing-masing kota tersebut juga terus diperluas secara berkelanjutan demi mencapai tiga juta pelanggan di akhir 2015.



(Achmad Rouzni Noor II/Achmad Rouzni Noor II)