Pasar enterprise di Indonesia sangat menggiurkan. Besaran nilai bisnisnya tidak main-main. Itu sebabnya, Telkom merasa perlu menggandeng Telstra, raksasa asal Australia untuk menaklukkan Indonesia dan kemudian pasar di Asia.
Untuk menggarap pasar yang besar ini, Telkom mengaku tak bisa jalan sendiri. BUMN telekomunikasi ini merasa perlu menggandeng pemain besar lainnya agar bisa bersaing dengan kompetitor yang juga melakukan strategi serupa dengan kekuatan yang tak kalah besar.
"Itu sebabnya, Telkomtelstra akan menjadi senjata baru bagi kami," kata Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddinβ yang hadir bersama para petinggi Telkomtelstra βdalam jumpa pers di Hotel JW Marriot Kuningan, Jakarta, Rabu (13/5/2015)β.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan berdasarkan data yang dirilis IDC, total belanja TI di Indonesia tahun 2014 lalu diperkirakan tak kurang dari USD 14 miliar.
Sementara data dari Gartner, enterprise IT spending di Asia Tenggara tahun 2018 sudah akan menyentuh USD 62 miliar, dimana 80% di antara pangsa pasar itu akan disumbang oleh pasar Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Pada tahun 2015 ini, masih menurut Gartner, total belanja TI enterprise di keempat negara itu, diprediksi tak kurang dari USD 52 miliar. Sementara di pasar TI korporat (enterprise) peluang pertumbuhan juga masih terbuka lebar.
Telkom sendiri menilai pasar bisnis enterprise yang bisa digarap dalam lima tahun ke depan bisa mencapai USD 200 juta hingga USD 500 juta dengan target menguasai pangsa pasar 60%. Saat ini Telkom telah memiliki 1.300 pelanggan korporat.
"Kalau ditanya berapa potensi pasarnya, kami ada surveinyaβ. Kami mengelola hampir 1.300 klien korporat. Di samping existing client yang kita kelola dan juga customer baru," kata Awaluddin.
"Banyak sekali perusahaan asing yang masuk sini pakai layanan dari perusahaan negara asalnya. Dengan Telstra, perusahaan asal Australia bisa jadi potensi klien kita di Indonesia. Saya rasa itu peluang besar dan prospek baru," lanjutnya.
Indra Utoyo, Chief Innovation & Strategy Telkom, menambahkan, keunggulan dari layanan Telkomtelstra ini ada di kemudahan dan keamanannya. Pelanggan bisa memonitor secara end to end hanya melalui portal. Sedangkan untuk keamaβnannya, security untuk network operation centernya ada di Telkom, tidak di Telstra.
"Tujuannya agar managed services yang ditawarkan bisa lebih terproteksi. Enterprise biasanya butuh PABX, sekarang tidak perlu lagi karena sudah lewat cloud. βPakai IP semua. Interaksi perusahaan, sifatnya horizontal, baik itu email, voice, dan lainnya," pungkas Indra Utoyo.
Untuk memberikan edukasi bagi pelanggan existing dan calon pelangganβ barunya, Telkomtelstra juga menggelar leadership seminar bertajuk Inspiring Indonesia Business Evolution. Acara ini didukung oleh perusahaan kelas dunia seperti Cisco, EMC, Riverbed, VCE, Mandoe Media, IPScape dan Whispir serta IDC sebagai analyst firm.β
(rou/fyk)