Sebagai perwakilan Ooredoo di Indonesia, tentu Erik Meijer ingin banyak berperan. Salah satunya tentang keinginannya memboyong superstar Lionel Messi dan klub raksasa Paris Saint-Germain.
Messi dan PSG telah menjadi brand ambassador Ooredoo, perusahaan asal Qatar yang sejak akhir 2007 lalu menjadi pemilik mayoritas Indosat. Dan dari 15 negara yang diekspansi Ooredoo, Indosat merupakan kontributor terbesarnya.
Menurut Erik yang kini menjabat sebagai Strategic Brand Advisor Ooredoo, dari 100 juta pelanggannya di 15 negara, 60% atau sekitar 60 juta di antaranya merupakan pelanggan Indosat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam beberapa diskusi, apa yang bisa kita lakukan untuk membawa Indosat dan Indonesia ke panggung global. Messi sudah tiga tahun jadi brand ambassador kami, kemudian PSG, apa yang bisa disinergikan?" lanjut suami dari artis Maudy Koesnaidi itu.
"Sejak awal, kami ingin membawa Messi dan PSG ke Indonesia. Tapi kalau (jadwal mereka) belum memungkinkan, bisa dengan cara lain. Kita yang akan bawa orang Indonesia dan budaya kita ke mereka, seperti apa yang telah kita lakukan. Next step, kami akan datangi mereka lagi," masih kata pria asal Belanda ini.
Seperti diketahui, Oooredo bersama Indosat telah membuat para bintang PSG mau mengenakan sarung, blangkon, dan bahkan membuat mereka rebutan makan sate. Video lucu ini baru saja diposting di YouTube. Erik pun bercerita tentang proses di balik layarnya.
"Saat pemain-pemain PSG kita ajak omong, awalnya mereka tidak tahu, tapi begitu dikasih tahu tentang Indonesia, mereka senang. Ibrahimovic, Thiago Silva, David Luiz, kita kasih lihat blangkon, kita suruh pakai sarung. Dan pas bawa sate laku banget. Video ini kita luncurkan di 7 negara. Biar mereka lihat bahwa idola mereka sayang dan senang dengan budaya Indonesia," tuturnya.
Sebelum video ini beredar, Ooredoo dan Indosat juga sempat membuat program dengan Messi. Anak-anak Indonesia yang punya kemampuan juggling, beratraksi dengan bola, kemudian diajak bertemu oleh kapten timnas Argentina itu di Barcelona, Spanyol.
"Dari video yang di-upload ke Instagram, akhirnya dipilihlah beberapa pemenang. Yang milih pemenangnya Messi langsung. Dan ketika anak-anak Indonesia itu kami bawa untuk juggling di depan Messi, mereka bangganya bukan main karena bisa pamer di depan Messi," ungkap mantan bos Garuda Indonesia itu.
Menurut Erik, strategi ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan Indonesia lewat para bintang sepakbola yang jadi idola warga dunia. Strategi pemasaran ini tentu tak akan berhenti sampai di sini.
"Apakah itu efektif? Logikanya, mengapa Thailand bisa mendapat jumlah wisatawan lebih banyak dari Indonesia. Mereka negara kecil, politiknya juga tidak stabil, penduduknya lebih sedikit dibanding kita," ujarnya memaparkan.
"Saya belum menemukan alasannya mengapa. Tapi kalau bukan karena sesuatu yang faktual, pasti lebih ke emosional. Feeling saya karena mereka (wisatawan mancanegara) tidak tahu Indonesia saja."
"Itu sebabnya kita perlu membuat awareness, emotional bonding, apalagi Indonesia tempat yang jauh (bagi wisatawan asing dari benua Eropa maupun Amerika). Akan lebih gampang untuk endorse lewat idola kita, salah satunya lewat sepakbola (yang lebih universal)," demikian Erik mulai mengeluarkan jurus branding pemasarannya.
(rou/ash)