Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tambal Kerugian, XL Genjot Bisnis Digital

Tambal Kerugian, XL Genjot Bisnis Digital


- detikInet

(tengah) Yessie Yosetya (xl)
Depok - XL Axiata mencatat kerugian Rp 758 miliar di kuartal pertama 2015, meski pendapatannya berada di angka Rp 5,5 Triliun. Berbagai upaya untuk memperbaiki performa keuangan tentu wajib dilakukan, antara lain dengan menggenjot bisnis digital.

"Kita sudah sosialisasikan ke seluruh company, kita melihat bahwa saat ini harus revamping dulu dari bisnis yang ada. Kemudian kita mulai siapkan bisnis-bisnis ke depan itu seperti apa. Juga mungkin dilakukan reinvent, menghasilkan bisnis-bisnis baru non selular," kata Yessie Yosetya, Chief Digital Service Officer XL, ditemui usai peluncuran XL Mobile Academy di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (6/5/2015).

Digital service sendiri dalam strategi reinvent menjadi salah satu penyumbang utama. Karena pada saat melihat pertumbuhan dari sisi data, maka divisi ini perlu menggenjot aplikasi-aplikasi yang relevan dengan data.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena unit ini yang bertanggung jawab dalam membuat aplikasi-aplikasi. Agar pelanggan mau menggunakan data lebih banyak lagi. Gak cuma sebatas memakai data biasa tetapi juga memberikan nilai lebih," kata Yessie.

Dia mencontohkan bagaimana XL membuat platform e-commerce untuk bisa dimanfaatkan orang jual beli online. Contoh lainnya adalah layanan Sisternet untuk pemberdayaan perempuan melek IT dan yang terbaru Mobile Academy, menyediakan konten pembelajaran bagi mahasiswa via ponsel.

Yessie juga menambahkan, divisi bisnis yang dipimpinnya berkontribusi sekitar 3% terhadap total revenue XL per tahun.

"Jadi memang digital service itu dilihat dari kacamata recent to use-nya supaya relevan dengan bisnis data," simpulnya.

(rns/ash)







Hide Ads