"Kita sudah sosialisasikan ke seluruh company, kita melihat bahwa saat ini harus revamping dulu dari bisnis yang ada. Kemudian kita mulai siapkan bisnis-bisnis ke depan itu seperti apa. Juga mungkin dilakukan reinvent, menghasilkan bisnis-bisnis baru non selular," kata Yessie Yosetya, Chief Digital Service Officer XL, ditemui usai peluncuran XL Mobile Academy di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (6/5/2015).
Digital service sendiri dalam strategi reinvent menjadi salah satu penyumbang utama. Karena pada saat melihat pertumbuhan dari sisi data, maka divisi ini perlu menggenjot aplikasi-aplikasi yang relevan dengan data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mencontohkan bagaimana XL membuat platform e-commerce untuk bisa dimanfaatkan orang jual beli online. Contoh lainnya adalah layanan Sisternet untuk pemberdayaan perempuan melek IT dan yang terbaru Mobile Academy, menyediakan konten pembelajaran bagi mahasiswa via ponsel.
Yessie juga menambahkan, divisi bisnis yang dipimpinnya berkontribusi sekitar 3% terhadap total revenue XL per tahun.
"Jadi memang digital service itu dilihat dari kacamata recent to use-nya supaya relevan dengan bisnis data," simpulnya.
(rns/ash)