PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) berencana memangkas jumlah pegawai maksimal hingga 400 orang. Alasan kuat tentunya dipegang perusahaan telekomunikasi Grup Bakrie ini untuk mengurangi jumlah pegawai.
Presiden Direktur Bakrie Telecom Jastiro Abi mengatakan, saat ini industri telekomunikasi sudah matang. Sebagai pemain di industri telekomunikasi, Bakrie Telecom harus bisa menyehatkan diri untuk bersaing dengan perusahaan lain.
Salah satu cara untuk menyehatkan perusahaan adalah dengan menggenjot efisiensi. Nah, efisiensi ini bisa dikejar dengan cara memangkas jumlah karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, dengan dikuranginya jumlah karyawan, maka biaya operasional perusahaan bisa lebih efisien. Efisiensi dari PHK ini akan memiliki efek domino yang positif.
"Dengan orang berkurang kan efisien, birokrasi dipangkas, tidak hanya cost (biaya) karyawan yang berkurang, tapi juga office (kantor), listrik, turunannya juga banyak. Multiplier effect (efek berantai)," ujarnya.
Kinerja terakhir yang sudah dilaporkan operator Esia itu adalah pada Juni 2014. Pada periode tersebut, perusahaan masih mencatat rugi sebesar Rp 316,8 miliar. Kerugiannya makin tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 292,6 miliar.
Setelah efisiensi dilakukan, operator Esia itu menargetkan bisa meraup untung dalam satu dua tahun ke depan. Rencananya, PHK akan dilakukan di kuartal II-2015.
Saat ini jumlah karyawan operator Esia itu ada sekitar 1.300-an yang tersebar di seluruh Indonesia. Para karyawan, kata Jastiro, sudah diberi sosialisasi mengenai rencana PHK tersebut.
"Kita totalnya nanti yang pasti harus di bawah 1.000, pengurangan antara 300-400," ucapnya.
(ang/ash)