Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Migrasi Flexi ke Telkomsel Belum Sampai 10%

Migrasi Flexi ke Telkomsel Belum Sampai 10%


- detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta - Proses migrasi pelanggan Flexi ke Telkomsel masih berjalan lambat. Mengingat dari empat juta yang ditargetkan rampung berpindah pertengahan 2015 mendatang baru terealisasi kurang dari 10%.

"Baru 320 ribu pelanggan Flexi yang sudah dipindahkan ke Telkomsel. Sampai akhir tahun mungkin bisa 500 ribu," ungkap Mas'ud Khamid, Ketua Tim Migrasi Flexi β€Ždari sisi Telkomsel, saat ditemui detikINET di kantornya, Wisma Mulia, Jakarta.

Dalam hitung-hitungan Mas'ud yang juga Direktur Sales di Telkomsel itu, ia semula mengira proses migrasi Flexi ini baru bisa rampung akhir 2015. Namun rentang waktu perpindahan itu dinilai olehnya kurang efektif dan diharap bisa lebih dipercepat lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan terus kebut supaya bisa rampung pertengahan tahun depan. Supaya bisa selesai sebelum Lebaran agar kita bisa fokus untuk persiapan yang lain," jelasnya.

Percepatan migrasi itu juga sangat diperlukan Telkomsel mengingat operator seluler itu membutuhkan spektrum 850 MHz yang nantinya ditinggalkan Flexi agar bisa disandingkan β€Ždengan spektrum 4G LTE Telkomsel di 900 MHz.

"Kami juga mau cepat-cepat supaya 7,5 MHz yang ada di 850 MHz dan 7,5 MHz yang ada di 900 MHz bisa digabungkan. Jadi begitu Smartfren turun pakai frekuensi Esia, kita bisa naik untuk rearrangement agar bisa contiguous," papar Mas'ud.

Sementara saat dihubungi terpisah, Operations Vice President Public Relations Telkom Arif Prabowo mengungkapkan, proses migrasi Flexi sudah mulai dikebut di 260 kota yang ada di Indonesia.

Dari data terbaru yang disampaikannya, migrasi pelanggan Flexi per hari ini sudah bertambaβ€Žh menjadi 370 ribu. Namun tetap saja masih di bawah 10%.

"Pelaksanaannya di awal masih bertahap, baik lokasi maupun pelanggan. Mengingat pada saat proses migrasi diatur sesuai dengan kemampuan kantor-kantor pelayanan agar pelanggan tersebut dapat dilayani dengan baik," jelasnya pada detikINET, Rabu (17/12/2014).

Dalam proses migrasi ini, baik Mas'ud maupun Arif menjelaskan, pelanggan yang dipindahkan akan mendapat kompensasi berupa voucher untuk tambahan membeli ponsel baru.

Voucher tersebut senilai tiga kali lipat dari pulsa yang biasa dipakai oleh pelanggan Flexi setiap bulannya. "Kalau pelanggan Flexi biasanya pakai pulsa Rp 1 juta, misalnya, nanti mereka dapat voucher Rp 3 juta dari PINS Indonesia," kata Mas'ud.

PINS merupakan anak usaha Telkom yang memiliki 25% saham di TiPhone. Voucher kompensasi yang diberikan, nantinya bisa digunakan sebagai biaya tambahan untuk membeli ponsel β€Žkeluaran TiPhone. "Bisa 2G bisa 3G ponselnya," masih kata Mas'ud.

Kemudian untuk nomor lama pelanggan Flexi terpaksa harus mengalami perubahan karena disesuaikan dengan penomoran seluler. Dari pola penomoran kode area (semisal 021), menjadi prefix seluler 0852 yang dipakai KartuAs. Sementara untuk lima digit nomor belakang diusahakan tetap sama dengan nomor Flexi sebelumnya.

"Untuk tarif kartuAs khusus ini juga tetap sama dengan β€ŽFlexi. Tarif antar sesamanya atau on-net tak berubah, yang beda hanya off-net saja atau lintas operator," pungkas Mas'udβ€Ž.

(rou/ash)





Hide Ads