Setelah hadir di dua kota, anak usaha Telkom dan SingTel ini pun berencana untuk menambah coverage layanannya di lima kota lagi pada 2015. Kemudian hingga 2019 jangkauannya diharap sudah bisa jauh lebih luas di area yang tinggi trafik datanya.
βHingga 2019 kami berencana meluaskan layanan 4G LTE hingga ke 22 provinsi di seluruh Indonesia sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati layanan ini,β kata Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangun Ekosistem Baru
Ditemui usai peluncuran 4G Telkomsel, Plt Direktur Utama Telkom Indra Utoyo juga ikut angkat bicara soal ekpsansi anak usahanya menggelar jaringan layanan di spektrum 900 MHz yang masih belum matang ekosistemnnya.
Menurutnya, biaya tinggi yang harus ditanggung Telkomsel untuk membangun jaringan baru di 900 MHz dinilai belum akan membebani kinerja keuangan anak perusahaannya itu meski harus membangun 200 eNode B baru untuk base station 4G LTE yang memakan biaya minimal Rp 200 miliar.
"Anggaran yang dikeluarkan dan depresiasi yang terjadi sudah masuk dalam hitungan dibuat di awal tahun sebagai belanja modal dari ekspansi jaringan yang mereka lakukan. Saya masih optimistis Telkomsel dan Telkom mampu mencapai kinerja yang ditetapkan,β jelasnya.
Karena perlu diketahui, dalam catatan Global mobile Suppliers Association (GSA) per September 2014 ada 331 layanan berbasis LTE dimana yang berbasis FDD LTE sekitar 291 dan TDD LTE sekitar 27 operator. Frekuensi yang dominan digunakan untuk FDD LTE adalah 1.800 MHz, diikuti 2.6 GHz, 800 MHz, band 4 (AWS), dan 700 MHz.
Minimnya operator menggunakan frekuensi 900 MHz untuk 4G menjadikan Telkomsel -- dan juga operator lainnya seperti Indosat dan XL Axiata -- harus membangun ekosistem baru. Pasalnya dari sisi jaringan, minimal Rp 1 miliar dikeluarkan investasi untuk membangun satu titik base station.
Sementara pekerjaan paling berat adalah menyediakan perangkat bagi konsumen dengan harga terjangkau dan menjaga kualitas layanan. Soalnya, alokasi 5 MHz sejatinya agak kurang ideal untuk menyediakan akses 4G dengan trafik tinggi.
"Itu sebabnya, sejak awal kami sudah meminta kepada operator dan vendor agar siap dulu dari sisi ekosistem. Kami berani kasih izin komersialisasi karena mereka menyatakan sudah siap. Jangan sampai pelanggan dikecewakan," tegas Menkominfo Rudiantara.
(rou/ash)