Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Spanyol
Fokus Kembangkan Jaringan, Ooredoo Tak Mau Ikuti XL 'Caplok' Axis
Laporan dari Spanyol

Fokus Kembangkan Jaringan, Ooredoo Tak Mau Ikuti XL 'Caplok' Axis


- detikInet

(ilustrasi/gettyimages)
Jakarta - Pada awal tahun ini, XL Axiata melakukan merger akuisisi Axis Telekomunikasi Indonesia. Ooredoo Group, perusahaan induk Indosat, salah satu kompetitor utama XL, belum tertarik untuk melakukan langkah serupa.

"Ya saya mengetahui akuisisi itu. Namun kami Ooredoo Group sangat senang dengan apa yang kami capai di Indonesia bersama Indosat," ujar Group Chief Commercial Officer Ooredoo Cynthia Gordon dalam wawancara dengan detikINET di Hotel Princess Sofia Hotel Barcelona, Spanyol.

Cynthia mengatakan, sampai saat ini tidak ada sama sekali rencana dari Ooredoo untuk melakukan akuisisi perusahaan lain. Mereka lebih ingin fokus kepada pengembangan jaringan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada renana untuk akuisisi. Kami lebih memilih untuk mengembangkan network," ujar Cynthia.

Pada 19 Maret lalu, XL telah menyelesaikan kesepakatan akuisisi Axis dan telah secara resmi menjadi pemegang saham mayoritas di Axis. XL smeminang Axis dengan harga USD 865 juta atau sekitar Rp 9,5 triliun (USD 1 = Rp 11.000).

Dengan demikian, XL-Axis telah menjadi satu entitas bisnis yang memiliki lebih dari 65 juta pelanggan. Sebelum proses merger itu, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring pernah menawarkan Axis kepada Telkomsel. Namun anak usaha seluler milik Telkom ini tak tertarik karena harganya dinilai tak masuk akal

Pasca merger, di semester pertama tahun 2014, XL membukukan kerugian sebesar Rp 483 miliar di semester pertama berbanding terbalik dengan kondisi serupa tahun lalu yang masih untung Rp 670 miliar.

(fjr/rns)






Hide Ads