"Untuk Menkominfo ya, harus yang pragmatis," ungkapnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Pragmatis dalam hal ini adalah mampu mengimplementasikan regulasi dengan cepat dan benar. Sehingga tidak bisa hanya sosok yang cenderung bersikap normatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusli tidak masalah bila menteri tersebut berasal dari kalangan partai politik. Namun tetap harus mengerti bidang yang digelutinya.
"Nggak masalah kalau politikus, asalkan metode kerjanya itu berkompeten. Saya nggak anti politik. Tapi asalkan benar-benar bisa menyelesaikan masalah secara praktis," kata Rusli.
Dalam beberapa waktu terakhir, hangat diperbincangkan pembelian kembali atau buyback saham Indosat oleh pemerintah. Bahkan saat pelantikan Jokowi, para pegawai Indosat meneriakkan permintaan buyback.
"Itu memang selalu ada, kalau saya pribadi nggak mau komentar soal buyback. Karena bagi manajemen nggak ada bedanya pemegang sahamnya ganti-ganti," jawab Rusli.
Sejauh ini tidak ada pembicaraan apapun dari pihak pemerintah kepada Indosat. Baik secara formal maupun informal. Sehingga yang terpenting bagi Rusli adalah meningkatkan kinerja perusahaan.
"Selama belum ada pendekatan formal. Kan belum ada kepastian," tegasnya.
Bila benar terealisasi, Rusli mengingatkan kepada pemerintah bahwa kondisinya nanti akan ada dua perusahaan telekomunikasi milik negara.
"Kalau nanti harus berat sebelah, itu berat sebelah ke siapa. Kalau sekarang pemerintah berat sebelah ke Telkom, itu nggak masalah. Kan memang milik pemerintah. Selalu diuntungkan. Nah kalau terjadi seperti itu (Indosat dibeli kembali oleh pemerintah), siapa yang akan diuntungkan?" terang Rusli.
(mkl/tyo)