Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Berdiri di Trotoar, Pegawai Indosat Minta Jokowi Buyback Saham

Berdiri di Trotoar, Pegawai Indosat Minta Jokowi Buyback Saham


- detikInet

Karyawan Indosat di pinggiri jalan (detikcom)
Jakarta - Sekitar seratusan karyawan PT Indosat Tbk (ISAT) berdiri di trotoar depan kantor pusatnya sambil membawa spanduk berharap bisa dilihat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang baru dilantik.

Beberapa aspirasi karyawan ini tertuang dalam spanduk tersebut, yang berisi tulisan "Justice for Pak Indar," dan "Indosat Bisa diambil kembali. Kuncinya hanya satu, kita buyback, kita beli kembali. Semoga terealisir janjinya Pak."

"Karyawan Indosat menginginkan Pak Jokowi membeli kembali Indosat karena sebagian sahamnya sudah dipegang oleh orang asing. Selain itu kami juga minta untuk dirut M2 Pak Indar dibebaskan," ujar salah satu karyawan Indosat bernama Aziz yang ditemui detikFinance di depan kantor pusat Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (20/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2), Indar Atmanto, divonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 21 Juli 2014 karena terbukti bersalah dalam penggunaan jaringan 2,1 GHz/3G milik Indosat dalam periode 2006-2012 yang merugikan keuangan negara hingga Rp 1,36 triliun.

Kasus ini menjadi kontorversi karena dianggap kriminalisasi terhadap penyelenggara jasa internet (ISP). Makanya para karyawan ini meminta keadilan kepada Jokowi.

Selain itu, mereka juga menagih janji Jokowi yang dulu sempat melontarkan wacana pembelian kembali saham Indosat pada waktu debat capres pertengahan tahun ini.

Jokowi yang ditanya rivalnya saat pilpres, Prabowo Subianto, soal pembelian kembali saham Indosat mengaku hal itu bisa saja dilakukan.

"Tadi sudah jelas sekali saat itu krisis dan terimbas krisis kemudian kita membutuhkan anggaran untuk menggerakan ekonomi dan yang kita punyai dan kita bisa jual barang itu. Tentu itu kita lakukan dengan catatan itu masih kita bisa beli," kata Jokowi dalam debat capres di Hotel Holiday Inn, Jakarta, waktu itu.

Jokowi meminta keputusan pemerintah saat itu yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tidak disalahkan. "Jangan menyalahkan pemerintah yang dulu karena pemerintah dulu kondisinya berbeda. Kondisi normal dan krisis berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan," ujarnya.

"Tidak usah melihat ke belakang, saya melihat ke depan. Ke depan kita ingin ambil lagi," sambung Jokowi.

Saat ini pemerintah Indonesia hanya menguasai 14,29% kepemilikan saham Indosat. Sebanyak 65% sahamnya dikuasai Ooredoo Asia Pte Ltd dan sisanya 20,71% beredar di publik.

Sejak sahamnya dijual ke asing, kinerja Indosat perlahan-lahan memburuk. Anak usaha Ooredoo QSC (dulu Qatar Telecom QSC) ini memiliki total utang sebesar Rp 23,93 triliun di akhir 2013 kemarin. Pada periode yang sama, Indosat juga mencatat rugi sebesar Rp 2,7 triliun.

Beberapa analis sudah menilai Indosat tak layak dibeli kembali dengan kondisi keuangan yang tidak sehat seperti dan pemerintah seharusnya bersyukur sudah melepas Indosat sehingga tidak membebani keuangan negara.

(spt/ash)





Hide Ads