Dalam rilis yang diterima detikINET, Selasa (5/8/2014), layanan Ooredoo ini untuk tahap awal akan hadir di tiga kota besar Myanmar, yakni Mandalay, Nay Pyi Taw dan Yangon, sebagai bagian dari persiapan final peluncuran resmi pada akhir bulan ini.
Langkah pertama Ooredoo akan memberikan serangkaian layanan gratis sebagai promosi. Ini adalah ekspansi pertama Ooredoo setelah memenangkan tender yang sempat diikuti oleh Telkom beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring Ooredoo menggarap peluncuran komersial, cakupan akan segera merambah tak hanya tiga kota utama ini tapi juga 68 kota besar-kecil di Myanmar pada tanggal 15 Agustus.
Untuk menggunakan layanan Ooredoo, pelanggan di Myanmar cukup mendaftar dan membeli kartu SIM seharga USD 1,50 (1.500 kyats). Kartu SIM dapat diperoleh di 6.500 dealer Ooredoo yang tersedia.
Group CEO Ooredoo Dr Nasser Marafih mengatakan tahun lalu Ooredoo bertekad untuk mengatasi semua hambatan agar masyarakat Myanmar dapat menikmati suara dengan kualitas terbaik dan pengalaman internet tercepat.
βKami ingin mendukung masyarakat Myanmar dan membantu mereka mencapai potensi yang lebih luas. Kami percaya layanan kami bersifat transformasional dan memiliki kemampuan untuk membawa perubahan bagi tiap aspek kehidupan pelanggan kami, dari pendidikan hingga kesehatan, di sektor-sektor tradisional seperti pertanian serta pengembangan dan inovasi yang mendorong penggunaan aplikasi ICT,β katanya.
CEO Ooredoo Myanmar Ross Cormack ingin mendorong mereka yang tinggal di Mandalay, Nay Pyi Taw dan Yangon untuk mencoba teknologi mutakhir dan tawaran layanan gratis selama masa promosi ini.
βPada tanggal 15 Agustus kami akan wujudkan panggilan suara berdefinisi tinggi, sinyal lebih kuat dan internet cepat di lebih banyak wilayah. Kami terus bekerja keras untuk memberikan layanan kami kepada masyarakat seluas mungkin dan memastikan tersedianya SIM dan perangkat kompatibel yang terjangkau,β pungkasnya
(rou/rou)