βKami sekarang memiliki 138 juta pelanggan. Minggu depan kita operasikan sekitar 80 ribu BTS. Jika bicara lisensi modern, kita ini layak mendapatkan tambahan frekuensi karena semua yang ada di komitmen pengembangan jaringan dipenuhi,β tegas Direktur Utama Telkomsel Alex Janangkih Sinaga saat berbuka bersama media di Jakarta.
Menurut pria yang akrab disapa AJS itu, saat ini terdapat kepemilikan frekuensi yang tak berimbang antara kebutuhan dan pengembangan di industri seluler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskannya, Telkomsel membutuhkan tambahan frekuensi khususnya untuk memperkuat kapasitas dimana trafik sudah tinggi.
βSolusi yang kita jalankan sekarang menambah BTS. Anda tahu jarak antar BTS Telkomsel di Jakarta itu sudah ratusan meter? Bangun satu BTS baru, harus retuning site sekelilingnya, ini dampaknya layanan sedikit terganggu. Andaikan kami diberikan tambahan frekuensi, kita bisa hemat dana pembangunan BTS itu untuk hal lainnya, sehingga negara dan masyarakat mendapatkan benefit lebih dari mobile broadband,β paparnya.
Lebih lanjut dikatakan, Telkomsel dalam mengembangkan jaringan selalu berdasarkan tiga hal yakni layak secara bisnis, bisa menjadi enabler perekonomian daerah, dan menjaga kedaulatan bangsa.
βBiasanya operator itu hanya satu parameter. Tetapi kami selalu mengacu tiga hal itu. Di Pulau Balak-balakan berkat kehadiran Telkomsel ekonominya berputar Rp 1 miliar setiap hari. Di Miangas, kehadiran Telkomsel simbol Merah-Putih,β tegasnya.
Untuk diketahui, hingga akhir Juni 2014 Telkomsel memiliki 137,4 juta pelanggan. Pengguna data dari Telkomsel sekitar 63,3 juta nomor dimana 31,2 juta berbasis smartphone 3G.
Saat ini Telkomsel memiliki alokasi frekuensi di 900 MHz selebar 7,5 MHz, 22,5 MHz di 1800 MHz, dan 15 MHz di 2,1 GHz.
Telkomsel sendiri berpeluang mendapatkan tambahan frekuensi jika ikut dalam lelang blok 3G yang akan dihelat pemerintah tak lama lagi. Selain itu juga ada peluang tambahan 5 MHz dari frekuensi milik Flexi untuk menjalankan U900 alias 3G di 900 MHz.
(rou/rou)