"Secara prinsip kami menyambut baik usulan infrastructure sharing. Bagi kami, ini baik untuk efisiensi jaringan dan investasi," kata President Director & CEO PT Indosat Tbk Alexander Rusli, dalam diskusi IndoTelko Forum, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Hasnul Suhaimi, President Director & CEO PT XL Axiata Tbk yang turut jadi pembicara dalam topik 'Berbagi Infrastruktur Kurangi Defisit Neraca Perdagangan' ini juga mengaku sangat mendukung dan tak takut untuk berbagi infrastruktur dengan operator lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk merealisasikan konsep berbagi infrastruktur jaringan ini, ditegaskan oleh kedua petinggi utama operator itu, ada dua hal prinsip yang harus dipastikan terlebih dulu. Yakni, dari sisi masalah teknis dan regulasi dari pemerintah.
"Kami terbuka saja untuk berbagi infrastruktur dengan operator lain asalkan regulasinya mendukung. Tanpa adanya regulasi, kami bisa tersangkut masalah hukum," kata Hasnul.
Di sisi teknis, tidak semua operator memiliki frekuensi yang sama. Sehingga, bisa berpengaruh saat pembangunan infrastruktur. "Design network tidak sama karena alokasi frekuensi tiap operator berbeda."
Sementara di sisi regulasi, kaitannya ada di modern licensing. Dalam lisensi yang dimiliki setiap operator ada kewajiban modern licensing yang harus dipenuhi, terutama dalam pembangunan jaringan.
"Jika mau network sharing, regulasi soal ini harus diubah dulu. Sebab, nanti ada operator yang mengklaim mengembangkan jaringan dengan pola network sharing, sementara regulasi tak mengenal hal itu. Ini yang harus dicari solusinya," kata Alex.
Tren berbagi infrastruktur sebenarnya juga sudah terjadi di negara lain. Di Inggris, misalnya, antara operator T-Mobile dengan Hutchison 3 untuk mobile broadband dengan mengkonsolidasikan sekitar 12.400 sites jaringan 3G milik keduanya melalui pendirian Joint Ventures.
Aksi kolaborasi ini mampu menawarkan layanan 3G terbaik di Inggris dengan biaya termurah dan roll out jaringan lebih cepat. Bayangkan, dalam dua tahun bisa memiliki kapasitas 49 juta pelanggan yang normalnya harus dilakukan selama 5-6 tahun.
(rou/ash)