Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sony, Microsoft & Nintendo Disentil Mantan Eksekutif PlayStation

Sony, Microsoft & Nintendo Disentil Mantan Eksekutif PlayStation


Panji Saputro - detikInet

LOS ANGELES, CA - JUNE 16:  Game enthusiasts and industry personnel walk between the Microsoft XBox and the Sony PlayStation exhibits at the Annual Gaming Industry Conference E3 at  the Los Angeles Convention Center on June 16, 2015 in Los Angeles, California. The Los Angeles Convention Center will be hosting the annual Electronic Entertainment Expo (E3) which focuses on gaming systems and interactive entertainment, featuring introductions to new products and technologies.  (Photo by Christian Petersen/Getty Images)
Sony, Microsoft & Nintendo Disentil Mantan Eksekutif PlayStation Foto: Christian Petersen/Getty Images
Jakarta -

Seorang mantan eksekutif PlayStation, Shawn Layden, mengungkapkan penjualan konsol video game telah mencapai batasnya. Dirinya pun memberikan saran kepada Sony, Microsoft, dan Nintendo, agar bisnis konsolnya berkembang.

Layden mengatakan industri game harus belajar dari masa lalu saat akan menatap masa depan. Dalam konteks ini, dirinya menyinggung soal kekalahan Betamax dari VHS dalam perang format video.

Perseteruan kedua perusahaan tersebut terjadi pada akhir 1970-an atau 1980-an. Betamax merupakan perusahaan milik Sony dan VHS kepunyaan JVC. Masing-masing berupaya mendominasi perekaman video rumahan, yang akhirnya dimenangkan VHS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

VHS berhasil memenangkannya karena waktu perekaman yang lebih lama, lisensi sangat luas (lebih banyak produsen), dan kerja sama penting dengan studio film. Berkat kemitraan tersebut, film lebih mudah tersedia untuk disewa atau dibeli dalam format VHS, walaupun Betamax dinilai memiliki kualitas sedikit lebih baik.

ADVERTISEMENT

"Betamax kalah dari VHS hanya karena satu alasan: VHS melisensikan formatnya ke banyak produsen berbeda. Sony memegang merek dagang paten Betamax yang unik dan segalanya. Ada lisensi yang kami lakukan dengan Toshiba menjelang akhir siklus hidupnya, tetapi tidak pernah tersebar luas seperti VHS," jelas Layden, dilansir IGN, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, orang-orang saat itu tidak punya motivasi untuk memiliki perangkat yang sama dengan tetangga-tetangganya. Layden bilang, jika orang-orang punya merek TV yang berbeda, itu tidak akan menjadi suatu masalah.

"Tetapi begitu tetangga kalian memilih VHS dan kalian ingin menonton kaset film itu, tetapi kalian memiliki Betamax, tiba-tiba... Jadi industri tersebut bersatu di sekitar VHS," ujarnya.

Layden menekankan, inilah yang seharusnya dilakukan oleh industri game. Mereka sebaiknya menciptakan semacam konsorsium format game.

"Mungkin itu berasal dari PC. Mungkin kita menemukan cara untuk melakukan semuanya di kernel Linux atau semacamnya. Dan kemudian kita memiliki konsorsium di sekitarnya. Kita memiliki program lisensi yang memungkinkan produsen lain untuk membangun di ruang itu, dan kemudian kalian dapat berbicara tentang angka nyata yang bergerak," sambungnya.

Jika mengikuti pemikiran Layden, itu berarti Sony, Microsoft, dan Nintendo harus bersatu, lalu menyepakati satu format game. Dengan begitu, semua game dapat dimainkan di semua konsol.

Namun masih menjadi pertanyaan, seberapa besar peluang itu bisa terwujud. Dalam hal ini, Microsoft mungkin dapat melakukannya dengan konsol miliknya, Xbox. Sementara Sony sudah mulai membuka diri untuk platform luar, dengan menghadirkan game eksklusif mereka di PC.

Kendati demikian, apa yang dilakukan keduanya masih jauh dari kebijakan multiplatfrom secara menyeluruh. Kemudian, dari ketiganya, hanya Nintendo yang peluangnya sangat kecil. Gamer pasti tau betul, untuk memainkan The Legend of Zelda secara resmi dibutuhkan konsol genggam milik Nintendo.

"Saya tidak berpikir setiap game seharusnya eksklusif konsol, tetapi saya menerima kenyataan bahwa jika kalian memiliki perusahaan platform seperti Sony dan Nintendo - Microsoft lebih seperti Xbox di mana-mana - ada nilai yang sangat besar bagi merek tersebut dengan memiliki game eksklusif yang kuat," pungkasnya.




(hps/afr)






Hide Ads