Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Cakupan 4G Minim, Bolt: Kami Perlu Waktu

Cakupan 4G Minim, Bolt: Kami Perlu Waktu


- detikInet

Devid Gubeni, CTO Internux Bolt (rou/detikINET)
Jakarta - Kecepatan 4G memang cukup menjanjikan dengan kecepatannya yang berkali lipat lebih cepat dari 3G. Namun membangun ekosistemnya bukan perkara mudah. Hal inilah yang tengah dilakukan Internux selaku pembesut Bolt.

Sejauh ini jangkauan 4G yang dimiliki Bolt masih bersifat lokal atau masih hanya di Jabodetabek saja. Namun seiring berjalannya waktu, Bolt berjanji akan memperluas jangkauannya ke kota-kota besar lainnya.

Pun begitu, masalah drop kecepatan adalah hal yang pasti ditemui pada implementasi teknologi anyar semacam 4G. Bolt mengakui meski telah berusaha maksimal, masih ada wilayah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan 4G.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memulai dari awal, kami masih butuh waktu dalam membangun ekosistem 4G yang kami miliki. Namun kami akan terus berusaha agar konsistensi dan kualitas layanan kami dapat terjaga," ujar Devid Gubeni, CTO Internux Bolt di SCBD, Jakarta.

Sejumlah masalah memang masih dialami sejumlah pengguna Bolt. Rata-rata mengeluhkan kecepatan koneksi yang tak sesuai ekspektasi. Devid mengatakan masalah tersebut terjadi karena pengguna Bolt berada di lokasi blankspot atau wilayah yang coverage layanannya minim jaringan 4G Internux.

"Di tempat tinggal saya kecepatan koneksi Bolt lumayan cepat, mengalahkan jaringan seluler di ponsel saya. Tapi di tempat kerja saya kecepatan justru menurun drastis. Masih milih-milih tempat nih," keluh salah satu pengguna Bolt kepada detikINET.

(rou/rou)







Hide Ads